Beranda Ragam Ekonomi Alasan Biaya Rapot, Pihak Sekolah Memungut dari Orang Tua Murid

Alasan Biaya Rapot, Pihak Sekolah Memungut dari Orang Tua Murid

108

SUBANG, WJ GROUP _ Dampak pandemi Covid – 19 menggerus ekonomi masyarakat, dan meskipun sektor pangan dan pertanian merupakan sektor yang paling sedikit terdampak dengan persentase penurunan pertumbuhan ekonomi keduanya hanya 0,9 persen dari 4,1 persen di Provpinsi Jawa Barat, dikatakan Gubernur Ridwan Kamil.

Tapi kenyataannya tetap oleh masyarakat yang kebutuhan hidupnya dari sector ini, sangat terasa beratnya. Dan mungkin jauh dari apa yang dialami dan rasakan oleh para ASN dan meskipun pejabat setingkat kepala/guru SD/SMP Negeri.

Berita Lainnya  Empat Komplotan Peredaran Narkoba Berhasil Di Ringkus Polres Pematangsiantar Amanakan 8 paket Sabu

Namun kesusahan masyarakat saat ini nampaknya tidak menimbulkan empati untuk tidak menambah bebanya, justru di tambah dengan berbagai pungutan biaya sekolah  dengan alasan seolah tidak ada anggaran dari uang Negara untuk keperluan biayanya.

Pasalnya masih saja terjadi pungutan biaya rapot yang diminta dari orang tua murid, seperti yang terjadi di SMP Negeri 2 Dawuan, Kabupaten Subang, per siswa untuk kelas 1 (satu) pihak sekolah memungut Rp50 ribu dan Rp15 ribu biaya pemotoan.

Hal tersebut diungkapkan inisial NS salah seorang tua murid kelas 1 kepada WJ Group di kediamannya setelah mengikuti rapat orang tua dengan pihak sekolah dan sekaligus pengambilan rapot kenaikan kelas. Rabu, (17/06/2020)

Berita Lainnya  Praktik Togel 303/Hongkong di Silau Kahean Kab, Simalungun bebas Beraktivitas, Bandar Togel Kebal Hukum?

“Ya saat rapat pihak sekolah menyampaikan beberapa hal yang harus dipenuhi oleh orang tua murid diantaranya harus membayar uang raport Rp50ribu dan 15ribu untuk pemotoan.”

Tentu sebagai orang tua pasti memenuhinya walaupun keadaan sedang sangat susah uang, karena saya ingin anak saya tetap sekolah. Namun apakah demikian, tidak ada uang untuk cetak rapot dari uang Negara, katanya gratis biaya untuk SMP apalagi sekolah negeri?.

Menyikapi pengaduan tersebut , wartawan Warta Jabar langsung mendatangi sekolah teesebut untuk mengkonfirmasikannya, namun sekolah sudah ditutup dan sepertinya para guru sudah pulang.

“Sebagai masyarakat berharap, janganlah sekolah terkesan jadi ajang bisnis, dikit-dikit uang-uang dan memungut ke orang tua murid.” Ungkapnya. (*red-Da2ng GAM)

Bagikan Artikel>>

TINGGALKAN KOMENTAR

Silakan masukkan komentar anda!
Silakan masukkan nama Anda di sini