Bandung – Rabu, 22 Oktober 2025
Bandung-Wartajabar.online | Pemilih Pemula merupakan pemilih yang baru pertama kali menggunakan hak pilihnya dalam pemilihan umum. Mereka yang sudah berumur 17 tahun yang sudah mencapai usia dewasa dan sudah memiliki hak pilih yang sesuai dengan undang – undang. Anggota DPRD Provinsi Jawa Barat dari Fraksi PDI Perjuangan, Dr. Hj. Ineu Purwadewi Sundari, S.Sos., M.M., menggelar kegiatan Pendidikan Demokrasi bagi pemilih pemula di SMK Bina Kusumah, Kecamatan Kasomalang, Kabupaten Subang, Senin (20/10/2025).
Dalam kegiatan yang dihadiri para guru dan siswa-siswi SMK Bina Kusumah itu, Teh Ineu—sapaan akrab politisi senior PDI Perjuangan ini—menekankan pentingnya pendidikan demokrasi, khususnya bagi para pemilih pemula.
“Pendidikan demokrasi idealnya dilakukan secara terus menerus, bukan hanya menjelang pemilu. Namun, kenyataannya, kegiatan ini sering kali hanya dilaksanakan saat mendekati momen politik,” ujar Teh Ineu.
Ia menegaskan bahwa pendidikan pemilih tidak hanya menjadi tanggung jawab penyelenggara pemilu, tetapi juga menjadi tugas bersama partai politik dan masyarakat sipil yang peduli terhadap demokrasi.
“Tujuan utama pendidikan pemilih adalah memberikan pemahaman yang utuh kepada masyarakat tentang pentingnya menggunakan hak suara dalam pemilu, serta mendorong partisipasi aktif warga negara, khususnya generasi muda,” imbuh Wakil Ketua DPRD Jabar ini.
Menurutnya, pada Pemilu 2024 lalu, pemilih pemula atau generasi milenial di Jawa Barat menunjukkan partisipasi yang signifikan. Hal ini turut mendorong meningkatnya angka partisipasi pemilih di berbagai daerah, termasuk di Kabupaten Subang.
“Generasi muda punya peran strategis dalam menjaga kualitas demokrasi. Karena itu, edukasi politik kepada mereka harus dilakukan secara konsisten dan berkesinambungan,” jelasnya.
Teh Ineu pun berharap, dengan adanya pendidikan demokrasi yang berkelanjutan, kesadaran politik generasi muda akan semakin meningkat, sehingga mereka bisa menjadi pemilih yang cerdas, kritis, dan bertanggung jawab.
“Sekali lagi, pendidikan pemilih adalah proses penting untuk meningkatkan pemahaman dan kesadaran masyarakat terhadap pemilu. Ini harus kita rawat dan dorong terus-menerus,” pungkasnya (Rommel)










