BANDUNG, Jumat 16 Januari 2026
BANDUNG–WARTAJABAR.ONLINE | Komisi I DPRD Kota Bandung membahas evaluasi program 2025 dan rencana kerja 2026 bersama Badan Perencanaan, Pembangunan, Riset, dan Inovasi Daerah (Bapperida) Kota Bandung, dalam rapat di Ruang Komisi I DPRD Kota Bandung, Kamis (15/1/2026).
Rapat dipimpin Sekretaris Komisi I, Susanto Triyogo Adiputro, S.ST., M.T., dan dihadiri anggota Komisi I, yakni Dudy Himawan, S.H., Mochammad Ulan Surlan, S.Tr.Akun., serta Ahmad Rahmat Purnama, A.Md. Kepala Bapperida Kota Bandung, Anton Sunarwibowo, hadir bersama jajaran.
Susanto menegaskan, di era digital pemerintah dituntut bergerak cepat dalam merespons persoalan masyarakat. Oleh karena itu, pembahasan difokuskan pada RKPD, musrenbang 2027, serta evaluasi perencanaan pembangunan 2025.
“Masyarakat sudah melek digital. Permasalahan harus direspons cepat. Sinergi antar-OPD menjadi kunci, karena persoalan Kota Bandung tidak bisa diselesaikan oleh satu dinas saja, terutama masalah sampah,” ujarnya.
Ia juga mendorong agar program pelatihan warga lebih diarahkan pada penguatan jejaring usaha agar berdampak langsung pada pemberdayaan ekonomi.
Anggota Komisi I, Dudy Himawan, menekankan pentingnya fokus penuntasan masalah sampah agar Kota Bandung tidak kembali mengalami darurat sampah.
Selain itu, ia meminta perhatian terhadap perbaikan infrastruktur jalan lingkungan serta kesiapan Kota Bandung menyambut penguatan kembali Bandara Husein Sastranegara.
Sementara itu, Ulan Surlan menyoroti pentingnya pembenahan infrastruktur pendukung kota serta penanganan isu kemiskinan, bantuan sosial, dan pelayanan publik berbasis kolaborasi.
Anggota Komisi I, Ahmad Rahmat, menekankan penguatan peran warga dalam pengelolaan sampah dan perlunya terobosan baru untuk menekan angka pengangguran melalui penyaluran talenta lokal.
Kepala Bapperida Kota Bandung, Anton Sunarwibowo, menjelaskan bahwa perencanaan pembangunan Kota Bandung ke depan akan diselaraskan dengan misi pemerintah pusat dan Pemerintah Provinsi Jawa Barat. Fokus pembangunan diarahkan pada penguatan infrastruktur, sosial, dan ekonomi berbasis kewilayahan, termasuk pengembangan koridor wisata kota dan konsep dwibandara melalui Bandara Husein Sastranegara dan Kertajati.
Terkait penanganan sampah, Anton menyebutkan Pemkot Bandung terus mempercepat pembangunan insinerator untuk memperkuat sistem pengolahan sampah kota. (Rommel)










