BANDUNG, Jumat 16 Januari 2026
INDRAMAYU–WARTAJABAR.ONLINE | Komisi V DPRD Provinsi Jawa Barat menyebut persiapan penyelenggaraan Ibadah Haji 2026 sudah di depan mata. Bandara Internasional Jawa Barat (BIJB) Kertajati, Majalengka, menjadi salah satu penentu utama keberangkatan jemaah haji asal Jawa Barat. Salah satu perhatian Komisi V adalah jarak tempuh antara Asrama Haji di Kabupaten Indramayu dan BIJB Kertajati di Kabupaten Majalengka.
Hal tersebut disampaikan Anggota Komisi V DPRD Jawa Barat, H.M. Hasbullah Rahmat, S.Pd., M.Hum, saat melakukan peninjauan ke BIJB Kertajati, Rabu (7/1/2026).
Hasbullah menyebut, jarak tempuh dari Asrama Haji Provinsi Jawa Barat di Kabupaten Indramayu menuju BIJB Kertajati memerlukan waktu sekitar satu jam perjalanan dan perlu menjadi perhatian semua pihak.
“Secara fisik Bandara Kertajati sudah siap karena dibangun dengan standar internasional. Pesawat berbadan lebar dapat mendarat dengan runway sepanjang 3.000 meter dan lebar 60 meter. Sarana prasarana seperti ruang tunggu dan fasilitas pendukung juga sudah lengkap. Yang perlu diperhatikan adalah jarak tempuh dari asrama haji ke bandara agar jemaah tidak lelah di perjalanan. Kita harus meminimalisasi waktu tempuh dengan skenario jalur yang tepat,” kata Hasbullah.
Ia menilai, hingga saat ini kesiapan bandara milik Pemerintah Provinsi Jawa Barat tersebut sudah matang untuk melayani keberangkatan dan kepulangan jemaah haji secara maksimal, baik dari sisi fasilitas maupun standar pelayanan.
“Dalam kunjungan kerja ini, Komisi V meninjau langsung BIJB Kertajati dan Asrama Haji di Kabupaten Indramayu untuk memastikan kesiapan keberangkatan jemaah haji 2026 berjalan dengan baik dan matang. Selain itu, kita ingin memberikan pelayanan terbaik agar jemaah haji Jawa Barat bisa berangkat dan pulang melalui bandara milik kita sendiri,” pungkasnya. (Rommel)










