KOTA CIMAHI – Kamis, 22 Januari 2026
KOTA CIMAHI–WARTAJABAR.ONLINE | Bundaran Jati kini tak lagi sekadar simpang lalu lintas. Ruang publik di jantung Kota Cimahi itu bertransformasi menjadi landmark bernuansa sejarah setelah dipasangi tiga ornamen meriam jenis Raphael. Pemasangan tersebut disaksikan langsung oleh Wali Kota Cimahi, Ngatiyana, Rabu (21/1/2026), bersama jajaran Organisasi Perangkat Daerah (OPD) serta perwakilan dari Pussenarhanud Cimahi.
Kehadiran tiga meriam tersebut melengkapi Bundaran Jati sebagai ikon baru kota. Ornamen bernuansa militer ini tidak hanya memperindah tata kota, tetapi juga memperkuat identitas Cimahi yang sejak lama dikenal sebagai kota pendidikan militer.
Kepala Bidang Dinas Pekerjaan Umum dan Penataan Ruang (PUPR) Kota Cimahi, Fitri Yadi, menegaskan bahwa meriam yang dipajang merupakan alutsista lama yang sudah tidak berfungsi.
“Meriam Raphael ini merupakan buatan sekitar tahun 1950-an dan sudah tidak aktif. Penempatannya murni untuk estetika kota sekaligus memperkuat identitas Cimahi sebagai kota dengan sejarah militer,” ujar Fitri.
Terkait perawatan, ia menyebutkan Pemkot Cimahi akan bertanggung jawab penuh dengan tetap berkoordinasi bersama Pussenarhanud.
“Ini aset yang sudah tidak operasional dan dimanfaatkan untuk mempercantik kota, tentu dengan mekanisme dan koordinasi sesuai aturan,” katanya.
Sementara itu, perwakilan Pussenarhanud Cimahi, Letkol Afandi N, menegaskan bahwa status tiga meriam tersebut bukan hibah, melainkan pinjaman.
“Sesuai hasil koordinasi dengan Wali Kota Cimahi, penempatan ini sifatnya dipinjamkan. Status kepemilikan tetap milik TNI Angkatan Darat dan tercatat sebagai barang milik negara di Pussenarhanud,” jelasnya.
Meski terpasang secara permanen di Bundaran Jati, kepemilikan tidak berpindah tangan. Ia juga menepis anggapan bahwa pemasangan ornamen tersebut berkaitan dengan penguasaan militer.
“Keberadaan banyak satuan TNI di Cimahi merupakan bagian dari sejarah kota sebagai pusat lembaga pendidikan militer,” ungkap Afandi.
Untuk perawatan, Pemkot Cimahi bertanggung jawab atas pengecatan dan pemeliharaan. Sementara pengamanan akan dilakukan melalui patroli bersama Satpol PP, pemasangan CCTV, serta penerangan pada malam hari.
Dengan hadirnya tiga ornamen meriam Raphael, Pemkot Cimahi berharap Bundaran Jati tidak hanya tampil indah secara visual, tetapi juga menjadi ruang publik yang merefleksikan sejarah, jati diri, dan karakter Kota Cimahi bagi warga maupun pendatang. (Fajar)









