Kota Cimahi, 13 Februari 2026
KOTA CIMAHI-WJ Online | Pemerintah Kota Cimahi terus mematangkan arah pembangunan digital yang inklusif dan terintegrasi. Komitmen tersebut ditegaskan melalui pelaksanaan Forum Perangkat Daerah (FPD) Dinas Komunikasi dan Informatika Kota Cimahi Tahun 2026 yang digelar di Command Center Pemkot Cimahi, Rabu (11/2/2026).
Forum ini menjadi ruang strategis untuk menyelaraskan kebijakan pembangunan daerah, khususnya dalam penguatan konsep smart city dan distribusi informasi publik yang terbuka, merata, serta bebas sekat antara pemerintah dan masyarakat.
Wakil Wali Kota Cimahi, Ahditia Yudisthira, menegaskan pembangunan kota ke depan tidak dapat dilepaskan dari prinsip keterbukaan informasi serta kolaborasi lintas sektor. Menurutnya, konsep besar āCimahi Mantapā harus diwujudkan melalui komunikasi publik yang menyatu dan mudah diakses seluruh lapisan masyarakat.
āCimahi mantap itu harus tanpa sekat. Infrastruktur digital kita sudah sangat baik dan kuat. Sekarang tantangannya adalah bagaimana mendistribusikan informasi kepada masyarakat tanpa batas,ā tegasnya.
Ia menambahkan, penyebaran hoaks menjadi tantangan serius di era digitalisasi yang hanya dapat dihadapi melalui kolaborasi erat antara pemerintah, pemangku kepentingan, media, serta elemen masyarakat. Distribusi informasi yang faktual dinilai menjadi kunci utama dalam membangun kepercayaan publik.
Karena itu, perencanaan Diskominfo tahun 2027 diarahkan pada penguatan sistem distribusi informasi publik yang menjangkau seluruh warga secara adil dan merata.
Ahditia juga menilai karakteristik wilayah Cimahi sangat ideal untuk pengembangan kota pintar. Dengan luas wilayah sekitar 42 kilometer persegi yang terdiri atas tiga kecamatan dan 15 kelurahan, Cimahi dinilai memiliki peluang besar menjadi laboratorium pengembangan smart city di tingkat nasional. (Fadjar)










