Kuningan, 26 Februari 2026
KUNINGAN—WJ Online | Komitmen pemerataan akses energi bagi masyarakat terus diwujudkan melalui kolaborasi antara anggota DPR RI dan PLN di Kabupaten Kuningan. Momentum Ramadan dimanfaatkan untuk menghadirkan bantuan pemasangan listrik gratis bagi warga kurang mampu dan fasilitas umum di Dusun Palutungan RT 04 RW 10, Desa Cisantana, Kecamatan Cigugur, Selasa (24/2/2026).
Anggota DPR RI Fraksi Gerindra, Rokhmat Ardiyan, bersama General Manager PLN UID Jawa Barat, Sugeng Widodo, secara simbolis menyalakan lampu sebagai tanda dimulainya pemanfaatan sambungan listrik oleh para penerima manfaat.
Program ini merupakan bagian dari Tanggung Jawab Sosial dan Lingkungan (TJSL) PLN melalui inisiatif Light Up The Dream (LUTD) dan Bantuan Pasang Baru Listrik (BPBL). Bantuan mencakup pemasangan listrik gratis berdaya 900 watt untuk tiga kepala keluarga kurang mampu serta tiga fasilitas umum, yaitu dua Posyandu dan PAUD Anggrek di Desa Cisantana.
Rokhmat Ardiyan menegaskan bahwa listrik merupakan kebutuhan dasar yang berdampak langsung pada peningkatan kualitas hidup masyarakat. Menurutnya, keberadaan listrik mendukung pendidikan, pelayanan kesehatan, hingga aktivitas ekonomi warga.
“Listrik bukan sekadar penerangan, tetapi simbol kehadiran negara dalam memenuhi kebutuhan dasar masyarakat. Program ini merupakan hasil sinergi antara DPR, kementerian terkait, PLN, dan masyarakat,” ujarnya.
Ia menambahkan, program sambungan listrik gratis terus digencarkan di wilayah kerja PLN UID Jawa Barat, termasuk Tasikmalaya, Cirebon, Ciamis, Banjar, Pangandaran, dan Kuningan. Khusus di Kabupaten Kuningan, sekitar 3.000 sambungan listrik gratis telah terealisasi melalui berbagai skema bantuan.
Keandalan listrik dinilai semakin penting selama Ramadan, mengingat meningkatnya kebutuhan masyarakat untuk mendukung aktivitas ibadah seperti salat tarawih, tadarus, serta persiapan sahur dan berbuka puasa. PLN memastikan pasokan listrik tetap stabil selama periode tersebut.
Sugeng Widodo menyampaikan apresiasi atas dukungan berbagai pihak, termasuk Komisi XII DPR RI, dalam memperluas akses listrik bagi masyarakat kurang mampu. Ia menegaskan bahwa program BPBL dan LUTD merupakan bentuk nyata kepedulian dalam meningkatkan kesejahteraan masyarakat.
“Listrik menjadi fondasi penting bagi pendidikan, kegiatan sosial, dan pertumbuhan ekonomi. Pemerataan akses energi menjadi prioritas kami,” katanya.
Selain peresmian sambungan listrik, kegiatan juga diisi dengan pemberian santunan kepada anak yatim dan dhuafa serta pembagian paket sembako bagi warga kurang mampu. Perwakilan PAUD Anggrek, Sri, menyampaikan terima kasih atas bantuan yang diberikan dan berharap program serupa terus berlanjut.
Melalui sinergi antara DPR RI, PLN, pemerintah desa, dan berbagai pihak terkait, diharapkan masyarakat tidak hanya memperoleh akses listrik yang layak, tetapi juga mampu memanfaatkan energi secara produktif untuk meningkatkan kesejahteraan keluarga. (DEDI J.)









