Kuningan, 27 Februari 2026
KUNINGAN–WJ Online | Bupati Kuningan, Dian Rachmat Yanuar, menegaskan komitmen pemerintah daerah dalam menjaga kelestarian lingkungan seiring pengembangan kawasan REBANA sebagai pusat pertumbuhan ekonomi baru di Jawa Barat. Komitmen tersebut disampaikan usai mengikuti pertemuan bersama Gubernur Jawa Barat, Dedi Mulyadi, dan sejumlah kepala daerah di Gedung Sate, Bandung, Kamis (26/2/2026).
Pertemuan yang berlangsung di Aula Gemah Ripah itu dihadiri kepala daerah yang tergabung dalam kawasan REBANA, sekaligus diisi dengan penandatanganan nota kesepakatan bersama Badan Pengelola REBANA dan unsur Forkopimda Provinsi Jawa Barat.
Bupati Dian menjelaskan, kesepakatan tersebut menekankan pentingnya pembangunan berkelanjutan yang tidak mengabaikan kelestarian lingkungan. Salah satu fokus utama adalah pengendalian aktivitas penambangan ilegal dan praktik pembalakan liar (illegal logging) yang berpotensi merusak ekosistem.
“Kita ingin pembangunan tetap berjalan, tetapi tidak merusak alam. Jangan sampai eksploitasi tanpa kendali justru menimbulkan bencana dan kerugian bagi masyarakat di kemudian hari,” ujarnya.
Sebagai bagian dari kawasan REBANA, Kabupaten Kuningan mendapat penugasan untuk memperkuat pengawasan terhadap potensi pelanggaran lingkungan, termasuk peredaran dan perdagangan kayu hasil pembalakan liar.
Untuk menindaklanjuti kesepakatan tersebut, Pemerintah Kabupaten Kuningan akan memperkuat koordinasi dengan TNI, Polri, dan Kejaksaan guna memastikan pengawasan berjalan efektif. Langkah ini diharapkan mampu mencegah kerusakan lingkungan sekaligus memastikan pembangunan berlangsung sesuai prinsip konservasi.
Kawasan REBANA diproyeksikan menjadi salah satu motor pertumbuhan ekonomi Jawa Barat. Namun, pemerintah menegaskan bahwa pengembangannya harus selaras dengan prinsip pembangunan hijau dan berkelanjutan.
Melalui sinergi antara pemerintah daerah, provinsi, dan aparat penegak hukum, diharapkan kawasan REBANA tidak hanya berkembang secara ekonomi, tetapi juga tetap menjaga kelestarian lingkungan bagi generasi mendatang. (DEDI J*)









