Cianjur, 9 Maret 2026
CIANJUR-WJ Online | Tindakan intimidasi hingga pengeroyokan terhadap tim media diduga dilakukan oleh sejumlah oknum yang disinyalir membekingi praktik peredaran obat terlarang. Peristiwa tersebut terjadi saat tim media tengah melakukan investigasi jurnalistik di Ramasati Kecamatan Haurwangi Kabupaten Cianjur pada Senin (9/3/2026).
Investigasi dilakukan menyusul adanya dugaan aktivitas penjualan obat terlarang di wilayah tersebut. Dalam proses penelusuran, tim media berhasil mengumpulkan sejumlah barang bukti serta mengidentifikasi pihak yang diduga terlibat dalam praktik ilegal tersebut.
Namun situasi di lokasi mendadak memanas ketika beberapa oknum yang diduga menjadi pembeking aktivitas tersebut datang dan mendatangi tim media.
Alih-alih mendukung upaya pengungkapan dugaan tindak pidana, oknum tersebut justru melakukan intimidasi, tekanan, hingga aksi pengeroyokan terhadap tim media yang sedang menjalankan tugas jurnalistik.
Tidak berhenti sampai di situ, barang bukti yang sebelumnya berhasil diamankan serta pihak yang diduga sebagai pelaku dilaporkan turut dihilangkan dari lokasi kejadian. Tindakan ini kuat diduga sebagai upaya menghilangkan jejak dan menghambat pengungkapan kasus peredaran obat terlarang tersebut.
Peristiwa ini dinilai menjadi preseden buruk bagi penegakan hukum sekaligus ancaman serius terhadap kebebasan pers.
Tindakan intimidasi, kekerasan, serta dugaan penghilangan barang bukti terhadap jurnalis yang sedang menjalankan tugas jelas tidak dapat dibenarkan.
Pihak berwenang didesak segera turun tangan untuk mengusut tuntas kasus ini, termasuk menelusuri dugaan keterlibatan oknum yang membekingi praktik peredaran obat terlarang tersebut.
Aparat penegak hukum juga diminta memberikan perlindungan terhadap insan pers yang menjalankan tugasnya sesuai dengan amanat undang-undang.
Kebebasan pers merupakan salah satu pilar demokrasi. Segala bentuk intimidasi maupun kekerasan terhadap jurnalis adalah ancaman serius terhadap keterbukaan informasi serta penegakan hukum di Indonesia.
Reporter : TIM/DENI









