Cimahi, 10 Maret 2026
CIMAHI-WJ Online | Kepala Dinas Kesehatan Kota Cimahi, Mulyati, mengatakan sebagian besar pasien yang diduga mengalami keracunan setelah mengonsumsi menu Makan Bergizi Gratis (MBG) telah diperbolehkan pulang dari rumah sakit.
Saat ini, hanya tersisa satu pasien yang masih menjalani perawatan medis di Rumah Sakit Umum Daerah (RSUD) Cibabat.
“Pasien yang dirawat di dua rumah sakit sudah pulang seluruhnya. Di RSUD Cibabat tinggal satu orang yang masih menjalani perawatan,” ujar Mulyati saat dikonfirmasi, Senin (2/3/2026).
Mulyati menjelaskan, pasien yang masih dirawat tersebut baru masuk pada Kamis lalu dan bukan merupakan pasien dengan kondisi paling parah.
Pasca kejadian ini, Dinas Kesehatan Kota Cimahi akan meningkatkan sosialisasi serta pengawasan terhadap kepatuhan Standar Operasional Prosedur (SOP) bagi seluruh Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG) di wilayahnya.
Menurutnya, kepatuhan terhadap aturan menjadi hal penting guna mencegah kejadian serupa di kemudian hari.
Berdasarkan data Dinkes Kota Cimahi, belum seluruh SPPG memiliki Surat Laik Higiene Sanitasi (SLHS). Saat ini lebih dari 30 SPPG sudah mengantongi SLHS, sementara sisanya masih dalam proses pengurusan. “Sebagian besar sudah memiliki SLHS, tetapi masih ada yang sedang berproses bersama kami,” katanya.
Lebih lanjut, Mulyati mengatakan pihaknya juga bekerja sama dengan Badan Gizi Nasional (BGN) dalam penanganan kasus ini. SPPG yang terlibat dalam kejadian tersebut untuk sementara ditutup dan baru dapat beroperasi kembali setelah memenuhi seluruh persyaratan serta mendapat persetujuan dari BGN.
“Tim investigasi sudah turun ke Cimahi dan melakukan pemeriksaan di sekolah, rumah sakit, serta SPPG terkait,” ujarnya.
Terkait penyebab keracunan, Mulyati menegaskan hingga saat ini masih belum dapat dipastikan karena hasil pemeriksaan laboratorium masih dalam proses.
Sampel makanan dari menu yang dibagikan pada Senin hingga Rabu telah dikirim ke Laboratorium Kesehatan Provinsi Jawa Barat dan juga diperiksa oleh pihak kepolisian.
“Mudah-mudahan dalam waktu dekat hasil laboratorium sudah keluar,” katanya.
Sebelumnya, sebanyak 43 orang dilaporkan mengalami gejala keracunan setelah mengonsumsi paket MBG pada Rabu (25/2/2026).
Penulis : Fajar










