Kotabaru, 18 Maret 2026
KOTABARU-WJ Online | Langit duka seakan menaungi jemaat Gereja Bethel Indonesia (GBI) Juanda 321 di Kotabaru, Kabupaten Karawang. Kepergian seorang pelayan setia, sosok yang selama puluhan tahun menjadi tiang penopang iman dan kebersamaan jemaat, meninggalkan luka yang begitu dalam dan tak mudah terucapkan dengan kata-kata.
Bapak Anwar Lahardi, diaken senior sekaligus salah satu pencetus berdirinya GBI Juanda 321, telah berpulang untuk selama-lamanya pada Selasa malam, 17 Maret 2026 pukul 20.10 WIB, di kediamannya di Perumahan Jomin Permai. Di usia 78 tahun, beliau menghembuskan napas terakhir dengan tenang, meninggalkan istri tercinta serta dua anak yang kini harus belajar merelakan kepergian sosok yang begitu berarti dalam hidup mereka.
Bagi banyak orang, khususnya jemaat GBI Juanda 321, kepergian ini bukan sekadar kehilangan seorang anggota gereja. Ini adalah kehilangan seorang figur ayah rohani, seorang pelayan yang tak pernah lelah memberi, dan pribadi yang hidupnya menjadi cerminan kasih, kesetiaan, serta pengabdian tanpa pamrih.
Selama kurang lebih 27 tahun, sejak gereja ini berdiri, nama Bapak Anwar Lahardi telah melekat erat dalam setiap perjalanan pelayanan. Ia bukan hanya hadir sebagai saksi sejarah, tetapi juga sebagai pelaku yang dengan sepenuh hati menanamkan dasar iman dan kebersamaan yang kini terus bertumbuh dalam jemaat.
Menurut penuturan sang putri, Nina, almarhum sempat berjuang melawan penyakit gagal ginjal stadium lima. Ia menjalani perawatan di RS Siloam Purwakarta, dan setelah kembali ke rumah, kondisinya sempat menunjukkan tanda-tanda pemulihan. Harapan pun sempat tumbuh di hati keluarga. Namun, tanpa tanda yang mengkhawatirkan sebelumnya, Tuhan memanggilnya pulang dengan cara yang begitu tenang. Seorang dokter yang dipanggil ke rumah memastikan bahwa beliau telah berpulang dalam damai.
Kepergian yang begitu mendadak ini meninggalkan kehampaan yang sulit diungkapkan. Namun di tengah kesedihan, terselip rasa syukur atas kehidupan yang telah dijalani dengan penuh makna dan iman yang tak tergoyahkan hingga akhir.

Jenazah almarhum disemayamkan di Gereja GBI 321, tempat yang selama ini menjadi bagian tak terpisahkan dari hidupnya. Suasana haru begitu terasa. Tangisan pecah dalam pelukan, doa-doa terangkat dengan lirih, dan setiap langkah yang datang membawa kenangan akan sosok yang begitu dicintai.
Ibadah penghiburan berlangsung dengan penuh khidmat, dipimpin oleh Pdt. Danny Bunyamin (Gembala Gereja). Dengan suara yang bergetar, ia menyampaikan rasa kehilangan yang mendalam, bukan hanya sebagai rekan pelayanan, tetapi juga sebagai sahabat dalam perjalanan iman. Sosok almarhum dikenang sebagai pribadi yang rendah hati, penuh kasih, dan selalu hadir untuk menguatkan sesama.
Dalam kesempatan yang sama, Edi Hartono, adik kandung almarhum, kepada awak media Warta Jabar, mengungkapkan bahwa Bapak Anwar Lahardi adalah salah satu tokoh penting di balik berdirinya GBI Juanda 321. Ia adalah bagian dari fondasi awal yang membentuk gereja ini menjadi seperti sekarang—tempat di mana iman bertumbuh dan kasih dinyatakan.
Turut hadir dalam ibadah tersebut, Pdt. Petrus (Gembala GBI Sarimulya), diaken, gembala komunitas, serta jemaat dari berbagai gereja di wilayah Karawang. Kehadiran mereka menjadi bukti bahwa hidup almarhum telah menyentuh begitu banyak hati. Ia tidak hanya dikenal, tetapi juga dikasihi dan dihormati oleh banyak orang.
Kepergian Bapak Anwar Lahardi bukan hanya meninggalkan kesedihan, tetapi juga warisan yang tak ternilai. Nilai-nilai iman, ketulusan dalam melayani, serta kasih yang ia bagikan akan terus hidup dalam setiap doa, pelayanan, dan kebersamaan jemaat.
Kini, ia telah menyelesaikan pertandingan iman dengan setia. Ia telah pulang ke rumah Bapa, meninggalkan jejak yang akan terus dikenang sepanjang masa.
Selamat jalan, Bapak Anwar Lahardi. Engkau telah menyelesaikan tugasmu dengan setia.
Kasihmu akan tetap hidup, dan teladanmu akan terus menjadi terang bagi banyak jiwa.
Penulis : Parlin Sinaga









