BANDUNG – Kamis, 29 Januari 2026
BANDUNG-WARTAJABAR.ONLINE | Komisi IV DPRD Kota Bandung menegaskan pentingnya peran mahasiswa sebagai agen perubahan sosial melalui program pengabdian masyarakat yang terarah, berkelanjutan, dan berdampak nyata.
Hal itu disampaikan Anggota Komisi IV DPRD Kota Bandung dr. Agung Firmansyah Sumantri saat menjadi narasumber dalam kegiatan Upgrading Pengabdian Mahasiswa BEM KM Universitas Pasundan bertema “Grow to Make an Impact: Bergerak Bersama untuk Perubahan” di Pendopo Kota Bandung, Sabtu (24/1/2026).
“Mahasiswa bukan hanya pelajar, tetapi pelayan nilai dan penjaga nurani sosial. Ilmu yang diperoleh di kampus harus diterjemahkan menjadi kontribusi nyata untuk menjawab persoalan di tengah masyarakat,” ujar dr. Agung.
Ia menekankan, pengabdian masyarakat tidak boleh berhenti sebagai kegiatan seremonial. Menurutnya, banyak program berjalan tanpa tindak lanjut sehingga tidak menghasilkan perubahan yang berarti.
“Banyak dokumentasi, tetapi minim dampak. Program selesai, relasi dengan warga terputus. Seharusnya mahasiswa hadir membawa solusi berdasarkan kebutuhan riil masyarakat,” katanya.
Dalam paparannya bertajuk “Pengabdian Masyarakat: Dari Program Menjadi Dampak”, dr. Agung menyebut pengabdian harus menjadi kehadiran yang bermakna, disusun dengan perencanaan yang matang, kolaboratif, serta melibatkan warga sebagai subjek aktif. Ia juga menekankan pentingnya membangun sistem yang memungkinkan program berlanjut secara mandiri.
Ia menambahkan, mahasiswa memiliki tiga peran utama di tengah masyarakat, yakni sebagai agen perubahan, kontrol sosial, dan calon pemimpin. Bentuk konkret peran tersebut antara lain mendorong perbaikan layanan publik, melakukan pemetaan sosial, hingga mengembangkan program literasi kesehatan dan keuangan.
“Mahasiswa harus mampu menyampaikan kritik berbasis data, mengawal pelayanan publik, serta membangun kepercayaan masyarakat. Hormati budaya lokal, libatkan tokoh masyarakat, dan jaga etika dalam setiap tahapan,” ujarnya.
Menurut dr. Agung, keberhasilan pengabdian masyarakat dapat diukur dari perubahan perilaku warga, terbentuknya sistem baru di tingkat lokal, serta menurunnya persoalan sosial secara terukur.
“Dampaknya tidak harus viral, tetapi harus terasa. Pengabdian bukan sekadar program, melainkan karakter. Kita bergerak bukan untuk terlihat, tetapi untuk berdampak,” tegasnya.
Kegiatan ini juga menghadirkan Kepala Dinas Ketahanan Pangan dan Pertanian Kota Bandung Gin Gin Ginanjar serta Ketua Tim Kerja SDM Kesehatan Asep Kamal Sahroni, dan dihadiri Wakil Rektor I Universitas Pasundan Prof. Cartono. (Rommel)
Editor : Redaktur WJ Online










