KUNINGAN-WARTAJABAR.ONLINE | Rumah Tani terus memperkuat perannya dalam mendukung ketahanan pangan nasional sekaligus mendorong peningkatan Pendapatan Asli Daerah (PAD) Kabupaten Kuningan. Komitmen tersebut ditegaskan dalam penandatanganan Perjanjian Kerja Sama Pengelolaan Aset antara Pemerintah Daerah Kabupaten Kuningan dan PT Rumah Tani Nusantara di lahan milik Pemda Awirarangan, Kamis (30/1/2026).
Direktur Utama Rumah Tani, Bahtiar, menyampaikan bahwa kerja sama ini menjadi langkah strategis untuk mengoptimalkan aset daerah agar lebih produktif dan berkelanjutan. Rumah Tani siap mengelola lahan tersebut secara profesional demi mendukung ketahanan pangan sekaligus memberi kontribusi nyata bagi PAD daerah.
Didirikan pada 2021 di Kecamatan Darma, Rumah Tani telah berkembang menjadi ekosistem pertanian terintegrasi dari hulu hingga hilir dengan jaringan usaha yang tersebar di berbagai wilayah Indonesia, mulai dari Sumatera, Jawa, hingga Bali.
Bahtiar menuturkan, Rumah Tani tidak hanya berfokus pada produksi pertanian, tetapi juga berperan aktif menjaga stabilitas pangan nasional. Salah satu kontribusi konkret adalah keterlibatan dalam pengendalian inflasi pangan di wilayah terdampak bencana.
“Rumah Tani membantu Kementerian Pertanian, BNPB, hingga Kemenko Perekonomian dalam pengendalian inflasi, termasuk mengangkut hampir 24 pesawat komoditas cabai dari Aceh Tengah ke Jakarta,” ujar Bahtiar.
Langkah tersebut dinilai berhasil menekan gejolak harga cabai di Jakarta menjelang Natal 2025 dan mendapat dukungan Bank Indonesia sebagai bagian dari program pengendalian inflasi pangan.
Ke depan, Rumah Tani akan memprioritaskan penanaman padi dan jagung sebagai tahap awal pengelolaan aset daerah. Program ini juga menjadi sarana edukasi dan penguatan kapasitas petani lokal sebelum dikembangkan ke komoditas hortikultura bernilai ekonomi tinggi.
“Setelah petani memahami manajemen pertanian yang baik, kami akan mengembangkan komoditas hortikultura seperti cabai,” jelasnya.
Sinergi antara pemerintah daerah dan Rumah Tani ini diharapkan mampu mengoptimalkan lahan tidur, membuka lapangan kerja baru, meningkatkan kesejahteraan petani, serta memperkuat posisi Kabupaten Kuningan sebagai daerah penyangga ketahanan pangan nasional.
(Dedi J.)









