Bekasi – Sabtu, 31 Januari 2026
BEKASI-WARTAJABAR.ONLINE | Mahasiswa Kuliah Kerja Nyata (KKN) Universitas Singaperbangsa Karawang (Unsika) Tahun 2026 mendorong transformasi ekonomi digital di tingkat desa melalui program digitalisasi Usaha Mikro, Kecil, dan Menengah (UMKM). Program tersebut berhasil mengantarkan 20 pelaku UMKM di Desa Sukajadi, Kecamatan Sukakarya, Kabupaten Bekasi, mengadopsi sistem pembayaran digital Quick Response Code Indonesian Standard (QRIS).
Program digitalisasi UMKM ini dilaksanakan secara bertahap pada 1–3 Januari 2026. Mahasiswa KKN Unsika memberikan edukasi sekaligus pendampingan langsung kepada pelaku usaha mengenai penggunaan QRIS sebagai alat pembayaran non-tunai.
Pendampingan dilakukan secara door to door dengan memberikan pemahaman tentang konsep pembayaran digital, manfaat penggunaan QRIS, serta tata cara pengoperasiannya dalam transaksi harian. Tidak hanya bersifat sosialisasi, mahasiswa KKN juga membantu proses pendaftaran hingga QRIS dapat digunakan secara aktif oleh pelaku UMKM.

Foto : Pelaku UMKM Desa Sukajadi menyambut positif program digitalisasi pembayaran QRIS yang dinilai memudahkan transaksi dan meningkatkan pemahaman sistem pembayaran digital.
Respons positif datang dari para pelaku usaha lokal. Mereka menilai program tersebut membantu mengatasi keterbatasan pemahaman terhadap sistem pembayaran digital yang selama ini dianggap rumit. Setelah menggunakan QRIS, pelaku UMKM merasakan kemudahan transaksi, peningkatan efisiensi pembayaran, serta peluang menjangkau konsumen yang lebih luas.
Selama pelaksanaan program, tercatat sebanyak 20 UMKM di Desa Sukajadi telah berhasil mengimplementasikan QRIS. Capaian ini mencerminkan kesiapan pelaku UMKM desa dalam beradaptasi dengan perkembangan teknologi, sekaligus menunjukkan efektivitas program pendampingan yang dilakukan mahasiswa KKN Unsika 2026.
Program digitalisasi UMKM ini merupakan bagian dari komitmen mahasiswa KKN Unsika dalam mendukung penguatan ekonomi masyarakat desa melalui pemanfaatan teknologi digital. Dengan sistem pembayaran non-tunai, UMKM diharapkan mampu meningkatkan daya saing dan mengikuti perubahan perilaku konsumen yang semakin mengarah pada transaksi digital.
Mahasiswa KKN Unsika berharap penerapan QRIS dapat dimanfaatkan secara berkelanjutan dan menjadi langkah awal bagi UMKM Desa Sukajadi untuk naik kelas serta berkontribusi lebih besar terhadap pertumbuhan ekonomi lokal. (Deni)










