Kota Cimahi, 13 Februari 2026
KOTA CIMAHI-WJ Online | Kota Cimahi kini memiliki Laboratorium Kesehatan Masyarakat (Labkesmas) yang diresmikan Wali Kota Cimahi, Ngatiyana, pada Jumat (13/2/2026). Peresmian ini menandai komitmen Pemerintah Kota Cimahi dalam memperkuat infrastruktur layanan kesehatan dasar dan diagnostik bagi masyarakat.
Labkesmas yang berlokasi di Jalan Sukimunini dibangun melalui dukungan Dana Alokasi Khusus (DAK) Kementerian Kesehatan serta APBD Kota Cimahi.
Fasilitas ini diproyeksikan menjadi pusat pengujian kesehatan lingkungan dan layanan klinis mandiri guna mendukung deteksi dini penyakit di wilayah Cimahi.
Gedung laboratorium tersebut dilengkapi kapasitas layanan pengujian klinis dan kesehatan lingkungan dalam satu sistem layanan terpadu.
Keberadaan Labkesmas dinilai strategis mengingat Kota Cimahi merupakan wilayah dengan kepadatan penduduk tinggi di Jawa Barat. Dengan jumlah penduduk lebih dari 500 ribu jiwa di wilayah seluas sekitar 40 km², kebutuhan terhadap sistem deteksi dini penyakit dan pengawasan kualitas lingkungan menjadi sangat penting.
Labkesmas Cimahi dirancang untuk melayani pemeriksaan laboratorium klinis dasar, surveilans penyakit menular, serta pengujian kualitas lingkungan, termasuk pemeriksaan air bersih, air minum, dan sanitasi. Fasilitas ini juga dilengkapi standar biosafety yang ditingkatkan guna memastikan pengujian spesimen dilakukan secara aman dan sesuai regulasi.
Integrasi layanan Labkesmas diharapkan mempercepat respons penanganan kesehatan di tingkat komunitas. Dengan adanya fasilitas ini, pengambilan sampel dan hasil uji laboratorium dapat diproses lebih cepat sehingga diagnosis medis dapat ditegakkan dengan lebih presisi.
āIni bukan sekadar peresmian gedung, tetapi langkah strategis memperkuat layanan kesehatan berbasis data dan pemeriksaan laboratorium yang akurat. Masyarakat tidak perlu lagi bergantung ke luar daerah untuk pengujian tertentu,ā ujar Ngatiyana.
Lebih lanjut, Pemkot Cimahi tengah menyiapkan pengadaan serta distribusi peralatan penunjang tambahan dari Kementerian Kesehatan yang dijadwalkan mulai dikirim pada April 2026. Target operasional penuh seluruh layanan laboratorium ditetapkan paling lambat pada 2027 seiring pemenuhan peralatan dan sumber daya manusia analis kesehatan.
Dengan demikian, fasilitas ini tidak hanya memperkuat ketahanan kesehatan lokal, tetapi juga berpotensi menjadi rujukan layanan laboratorium regional, ujar Ngatiyana kepada awak media. (Fadjar)










