Pelabuhanratu, Sukabumi-12 Matet 2026
PELABUHANRATU–WJ Online | Maraknya pembelian BBM subsidi jenis Pertalite menggunakan derigen kembali terjadi di SPBU Pertamina 34.433.04, Pelabuhanratu, Kabupaten Sukabumi, Kamis (12/3/2026). Aktivitas tersebut memicu antrean panjang kendaraan dan dikeluhkan warga karena stok BBM cepat habis.

Foto: Petugas kepolisian mengamankan mobil pick up yang mengangkut puluhan jerigen berisi BBM subsidi jenis Pertalite usai melakukan pengisian di SPBU Pelabuhanratu, Kabupaten Sukabumi, Kamis (12/3/2026). Pengisian menggunakan jerigen tersebut diduga memicu kelangkaan BBM bagi masyarakat.
Pantauan tim media di lokasi menunjukkan puluhan derigen menumpuk di jalur pengisian nomor 3, 4, 5, dan 6. Sejumlah orang terlihat mengisi Pertalite secara berulang menggunakan jerigen berkapasitas besar.
Petugas SPBU menyebut pembelian menggunakan derigen dilakukan oleh nelayan dan diklaim telah mengantongi surat rekomendasi. Namun di lapangan, dua mobil jenis losbak terlihat mengangkut puluhan derigen yang baru diisi BBM.
Derigen tersebut kemudian disusun di bak mobil bernomor polisi F 8698 UY dan F 8258 UT, dengan jumlah diperkirakan mencapai 35 hingga 40 jerigen. Kondisi ini memunculkan dugaan praktik penimbunan BBM subsidi.
Menanggapi temuan tersebut, tim media melakukan konfirmasi kepada pihak kepolisian. Tak lama berselang, anggota Polsek setempat tiba di lokasi, disusul personel dari Polres Sukabumi.
Sopir kendaraan bersama dua mobil losbak yang membawa puluhan jerigen akhirnya diamankan oleh Ipda Tri Yudha dari Polres Pelabuhanratu untuk dilakukan pemeriksaan lebih lanjut.
Saat ini kendaraan beserta derigen berisi BBM tersebut telah diamankan di Mapolres Pelabuhanratu guna penyelidikan lebih lanjut.
Di sisi lain, antrean kendaraan di SPBU tersebut terlihat mengular sejak pagi hari. Selain kendaraan bermotor, sejumlah warga juga terlihat membeli Pertalite menggunakan jerigen dalam jumlah besar.
Salah seorang pengendara mengaku sering kesulitan mendapatkan BBM subsidi karena stok cepat habis.
“Kadang baru siang sudah habis. Banyak yang beli pakai jerigen, bahkan bolak-balik. Derigennya banyak dimuat di mobil losbak,” keluhnya.
Pihak SPBU menyatakan pembelian BBM menggunakan derigen sebenarnya dibatasi dan harus mengikuti aturan. Namun dalam praktiknya pengawasan kerap sulit karena tingginya permintaan BBM subsidi.
Pihak Pertamina sebelumnya telah mengimbau agar BBM subsidi digunakan sesuai peruntukannya agar penyaluran subsidi pemerintah tepat sasaran.
Masyarakat berharap pemerintah daerah bersama aparat penegak hukum memperketat pengawasan di SPBU guna mencegah penyalahgunaan dan penimbunan BBM subsidi yang merugikan masyarakat luas.
Reporter : DENI/TIM









