Tolong Pak Presiden, Nasib Guru Honorer di Bekasi

Para Guru Honorer Kab.Bekasi berjalan kaki ke istana Presiden Jokowi di Jakarta

KABUPATEN BEKASI, WJ GROUP _ Luar biasa pejabat tinggi di Pemda Bekasi, “hilang hati nuraninya” membiarkan para Guru Honorer berjalan kaki ke istana Presiden Jokowi di Jakarta, karena empat bulan belum sepenuhnya di gaji.

“Sebelumnya pihak Pemda Bekasi berjanji akan memberikan penambahan besaran gaji sebesar Rp. 1 juta, namun realisasinya hanya sebesar Rp.300 ribu rupiah sebulan,” dikatakan Ketua Ketua Umum LMPPSDMI J Leo Butar butarkepada wartajabar.onlne, Selasa Malam (27/4/2021).

Menurut Leo, tidak wajar Pemda Bekasi memberikan upah kepada Guru Honorer perbulan dari Rp.1800.000, menjadi Rp.2100.000, sepertinya tidak lazim sangat jauh dari cukup dan jauh lebih rendah dari upah minimum Kabupaten Bekasi. Karena Kabupaten Bekasi, daerah berkembang dan PAD nyapun, bisa dikatakan sangat besar.

Ketua umum LMPPSDMI, merasa sangat prihatin pengupahan yang diberikan oleh Pemda Bekasi, karena tidak sesuai dengan pengabdiannya jadi seorang pendidik yang mempersiapka masa depan anak-anak kita dan bangsa ini.

“Tidak pantas seorang Guru/pendidik diberikan gaji dibawa rata-rata operator di pabrik, sedangkan kita pintar karena guru”, ungkap Le.

Hal ini, petinggi Pemda Bekasi harusnya malu melihat Guru Honorernya sampai melakukan demo dan pergi mengadukan nasibnya ke Presiden Jokowi.

Tambahnya, dimana jiwa kepemimpinan seorang bupati permasalahan anak buah saja tidak bisa, pantas kalau banyak masalah di Pemda Kabupaten Bekasi, ungkap  Leo Ketua Umum LMPPSDMI.

Leo mengajak masyarakat Kabupaten Bekasi, kedepan mencari pemimpin yang bisa membangun dan tahu keinganan rakyatmya dan mewujukannya  mensejahterakan warganya, terlebih lagi kesejahteraan bagi tenaga guru honorer. (*JK/Rudi)

wartajabar. online

Pemimpin Redaksi WARTA JABAR Cetak & Online

You may also like...

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *