Aplikasi SIKP Jadi Rujukan Bank Penyalur KUR

Kabag Perekonomian dan SDA, Dr. H. Toto Toharudin. 

KUNINGAN, WJ GRUP _ Pemerintah Daerah melalui Bagian Perekonomian dan Sumber Daya Alam Setda menggelar kegiatan Fasilitasi Data Sistem Informasi Kredit Program (SIKP), Selasa (25/2) diembah Ciremai Resturan Kecamatan Kramatmulya. 

Kegiatan yang bekerjasama dengan Otoritas Jasa Keuangan (OJK) Cirebon itu, dihadiri oleh Sekretaris Daerah Dr. H. Dian Rachmat Yanuar, Asisten Perekonomian dan Pembangunan Dr. Deni Hamdani, Kabag Perekonomian dan SDA Dr. H. Toto Toharudin serta pelaku UMKM yang hadir. 

“Peserta yang hadir mencapai 200 orang dari berbagai pelaku usaha, melalui kegiatan ini bertujuan ingin mensosialisasikan bahwa ketika mereka butuh permodalan jangan sampai lari ke lembaga illegal. Tapi harus legal, seperti program Kredit Usaha Rakyat (KUR) di setiap perbankan,” kata Kabag Perekonomian dan SDA, Dr. H. Toto Toharudin. 

KUR sendiri, kata dia, sistem kredit usaha rakyat yang suku bunganya cukup kecil. Jadi kalau setahun sekitar 6%, berarti dalam sebulan itu sekitar 0,35%. Selain itu, ketika pihaknya masuk dibagian Perekonomian dan SDA, ternyata ada sekitar 16 ribu orang yang menjadi peserta KUR di semua bank. 

Dengan adanya aplikasi Sistem Informasi Kredit Program (SIKP), masyarakat bisa langsung datang ke bagian Perekonomian dan SDA untuk mengurusi permodalan usaha. Kemudian, dari situ akan direkomendasikan ke perbankan mana untuk pengajuan permodalan.

“Jadi bisa  membantu perbankan, apakah yang mengajukan permodalan itu memenuhi syarat atau tidak, dan usahanya ada atau tidak. Jangan sampai seperti yang sudah-sudah adanya kemacetan pembayaran, atau yang lainnya,” ujarnya. 

Sekretaris Daerah  Dr.H.Dian Rachmat Yanuar mengemukakan, dengan adanya aplikasi SIKP akan mempermudah informasi tentang akses pembiayaan bagi pelaku usaha kecil, mikro dan koperasi yang bersifat legal. Sehingga kedepan, sambungnya, penyaluran bantuan pembiayaan berupa KUR akan tepat sasaran.

“Program SIKP ini merupakan Data Base Online (Basis Data) yang menyediakan calon debitur dari UMKM yang terpercaya dan dapat dijadikan rujukan bagi Bank penyalur KUR. Sehingga nantinya diharapkan efektif, dan tepat sasaran dalam penyaluran kreditnya,” ungkapnya. 

Selanjutnya, kepada para peserta pihaknya menghimbau, dalam pengajuan KUR, terlebih dahulu pelaku UMKM menyampaikan ke Bagian Perekonomian dan SDA Setda Kabupaten Kuningan untuk di input dalam program SIKP, sehingga para debitur dapat mudah diakses oleh Bank penyalur KUR.

“Disamping itu saya berharap, dalam pengajuan modal usaha hendaknya hati-hati, perhatikan siapa pemberi kredit. Karena sekarang ini menjamur pinjaman online dan penawaran investasi bodong,” pungkasnya.

(*Dedi Jwartajabar.online )

wartajabar. online

Pemimpin Redaksi WARTA JABAR Cetak & Online

You may also like...

2 Responses

  1. Brianbub says:

    I enjoy looking at your websites. Thanks!

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *