Subang – Jumat, 19 Juni 2026
WARTAJABAR – Polres Purwakarta mengikuti kegiatan Pengawasan Operasi (Wasops) Jaran Lodaya Tahun Anggaran 2026 yang digelar di Polres Subang, Jumat (19/6/2026). Kegiatan ini bertujuan memastikan pelaksanaan operasi kepolisian berjalan efektif, terukur, akuntabel, serta sesuai dengan prosedur yang telah ditetapkan.
Kegiatan yang dimulai pukul 08.00 WIB tersebut dipimpin Ketua Tim Wasops, Kombes Pol Dany Adhari Akbar, didampingi anggota tim Kompol R. Beny Sucahyono, Kompol Iswanti, AKP Agus Mulyadi, Brigpol Ega Abdurahman Saleh, dan Brigpol Senna Vargiani.
Pelaksanaan Wasops diikuti oleh tiga satuan wilayah, yakni Polres Subang, Polres Purwakarta, dan Polres Karawang. Kegiatan tersebut melibatkan berbagai fungsi kepolisian, antara lain Bag Ops, Satreskrim, Satintelkam, Satsamapta, Siwas, Sikeu, Sidokkes, Sihumas, Sipropam, serta operator pendukung operasi.
Pengawasan ini dilakukan untuk mengevaluasi pelaksanaan Operasi Jaran Lodaya 2026 yang berfokus pada penanggulangan tindak pidana pencurian kendaraan bermotor (curanmor) dan berbagai bentuk kejahatan jalanan lainnya.
Tim Wasops melakukan pemeriksaan terhadap administrasi operasi, penggunaan anggaran, pelaporan kegiatan, hingga capaian pelaksanaan tugas di lapangan. Langkah tersebut dilakukan guna memastikan seluruh rangkaian operasi berjalan sesuai standar dan target yang telah ditentukan.
Kapolres Purwakarta AKBP I Dewa Putu Gede Anom Danujaya melalui Kasi Humas Polres Purwakarta, IPTU Tini Yutini, mengatakan bahwa Wasops merupakan bagian penting dalam sistem pengendalian dan pengawasan operasi kepolisian.
“Pengawasan operasi bertujuan memastikan seluruh tahapan pelaksanaan operasi berjalan sesuai standar operasional, tepat sasaran, akuntabel, dan memberikan manfaat nyata bagi masyarakat. Dengan adanya evaluasi secara berkala, kualitas pelaksanaan tugas kepolisian dapat terus ditingkatkan,” ujar Tini.
Menurutnya, Operasi Jaran Lodaya menjadi salah satu langkah strategis kepolisian dalam menekan angka kriminalitas, khususnya kasus pencurian kendaraan bermotor yang masih menjadi perhatian masyarakat.
Ia menegaskan bahwa keberhasilan sebuah operasi tidak hanya diukur dari jumlah kasus yang berhasil diungkap, tetapi juga dari profesionalisme personel, ketepatan administrasi, serta kemampuan menciptakan rasa aman di tengah masyarakat.
“Kegiatan Wasops juga menjadi sarana berbagi pengalaman dan evaluasi antar satuan wilayah sehingga dapat menghasilkan langkah-langkah perbaikan yang lebih efektif dalam pelaksanaan tugas kepolisian ke depan,” kata Tini.
Melalui kegiatan ini, diharapkan pelaksanaan Operasi Jaran Lodaya 2026 dapat semakin optimal dalam menjaga situasi keamanan dan ketertiban masyarakat serta meningkatkan kepercayaan publik terhadap kinerja kepolisian.
*Andi








