Cimahi, 25 Maret 2026
KOTA CIMAHI – WJ Online | Ketua DPRD Kota Cimahi, Wahyu Widyatmoko, turut menghadiri pelepasan ratusan peserta program Mudik Hepi Gratis 2026 yang diselenggarakan Pemerintah Kota Cimahi di lingkungan Pemkot Cimahi, Rabu (18/3/2026).
Program mudik gratis tersebut secara resmi dilepas oleh Wakil Wali Kota Cimahi, Adhitia Yudhistia, didampingi Kapolres Cimahi, Niko N Adi Putra, serta jajaran Forkopimda dan pimpinan OPD.
Sebanyak 720 peserta diberangkatkan menggunakan 15 armada bus dalam program tahunan yang terus ditingkatkan oleh Pemerintah Kota Cimahi.
Kehadiran Ketua DPRD menjadi bentuk dukungan legislatif terhadap upaya pemerintah daerah dalam memberikan pelayanan langsung kepada masyarakat, khususnya menjelang arus mudik Lebaran.
Wakil Wali Kota Cimahi, Adhitia Yudhistia, menyampaikan bahwa capaian tahun ini merupakan yang terbesar di wilayah Bandung Raya. Ia menegaskan bahwa peningkatan kuota setiap tahun merupakan bentuk komitmen pemerintah dalam memperluas manfaat program bagi masyarakat.
“Ini kabar baik, Cimahi berhasil memberangkatkan 720 peserta mudik gratis tahun 2026, terbanyak se-Bandung Raya,” ujarnya.
Menurutnya, program Mudik Hepi Gratis tidak hanya membantu masyarakat dari sisi ekonomi, tetapi juga berperan penting dalam menekan angka kecelakaan lalu lintas. Dengan adanya fasilitas bus gratis, pemudik yang biasanya menggunakan kendaraan roda dua dapat beralih ke moda transportasi yang lebih aman.
Untuk Angkutan Lebaran 2026, rute perjalanan dibagi menjadi dua jalur utama, yakni jalur utara dan selatan Pulau Jawa. Jalur utara menuju Semarang melalui Cirebon, sedangkan jalur selatan menuju Yogyakarta hingga Solo.
Selain difasilitasi oleh Pemkot Cimahi, program ini juga mendapat dukungan dari berbagai pihak. Polres Cimahi menyediakan tambahan armada, sementara sejumlah paguyuban masyarakat turut berpartisipasi. Secara keseluruhan, jumlah armada diperkirakan mencapai lebih dari 20 bus dengan total peserta menembus 1.000 orang.
Adhitia juga mengingatkan para pemudik agar menjaga kesehatan, keselamatan, dan ketertiban selama perjalanan. Hal tersebut dinilai penting untuk memastikan kelancaran arus mudik hingga arus balik.
Terkait kemungkinan pelaksanaan operasi yustisi pasca mudik, pemerintah akan terlebih dahulu melihat perkembangan situasi setelah arus mudik dan balik selesai.
(Fajar)










