WARTAJABAR.ONLINE – Tiga mahasiswa Program Studi Pendidikan Ilmu Pengetahuan Alam (IPA) Universitas Pendidikan Indonesia (UPI) mengembangkan produk kebersihan ramah lingkungan berupa sabun padat, sabun cair, dan detergen cair berbahan dasar ekstrak lemon dan minyak zaitun.
Inovasi tersebut dikembangkan sebagai alternatif produk pembersih berbahan alami yang aman digunakan dalam kehidupan sehari-hari.
Produk itu dikembangkan oleh Dita Puji Rahayu, Rifqi Pratama, dan Agung Mulyo Setiawan sebagai respons terhadap tingginya penggunaan bahan kimia sintetis pada produk pembersih yang berpotensi berdampak negatif terhadap kesehatan dan lingkungan.

“Pengembangan produk tersebut dilatarbelakangi tingginya penggunaan bahan kimia sintetis pada produk pembersih yang berpotensi menimbulkan dampak negatif terhadap kesehatan dan lingkungan,” kata anggota tim pengembang, Dita Puji Rahayu, dalam keterangan tertulis kepada wartajabar.online, Kamis (4/6/2026).
Menurut Dita, melalui pemanfaatan bahan alami yang mudah diperoleh, ketiga mahasiswa tersebut berupaya menghadirkan alternatif produk kebersihan yang efektif, ekonomis, dan berkelanjutan.
“Ekstrak lemon dipilih sebagai salah satu bahan utama karena mengandung asam sitrat dan minyak atsiri yang diketahui mampu membantu mengangkat kotoran, mengurangi bau tidak sedap, serta memberikan aroma segar alami,” ujarnya.
Sementara itu, lanjut Dita, minyak zaitun digunakan karena mengandung antioksidan dan memiliki sifat pelembap yang bermanfaat untuk menjaga kesehatan kulit.
Ia menjelaskan, inovasi tersebut merupakan bentuk implementasi pembelajaran sains yang diterapkan dalam kehidupan nyata.
“Kami ingin menunjukkan bahwa ilmu yang dipelajari di bangku kuliah dapat dikembangkan menjadi produk yang memiliki manfaat langsung bagi masyarakat sekaligus memiliki nilai ekonomi,” ujarnya.
Dalam proses pengembangannya, tim melakukan berbagai tahapan, mulai dari studi literatur, formulasi bahan, pembuatan produk, hingga pengujian kualitas secara sederhana.
Hasil pengujian menunjukkan sabun padat yang dihasilkan memiliki tekstur yang baik, menghasilkan busa yang cukup, serta memberikan aroma lemon yang menyegarkan.
“Kandungan minyak zaitun di dalamnya juga membantu menjaga kelembapan kulit setelah penggunaan,” imbuh Dita.
Selain sabun padat, tim juga mengembangkan sabun cair untuk memenuhi kebutuhan kebersihan sehari-hari. Produk tersebut memiliki tekstur lembut dan nyaman digunakan, dengan kombinasi aroma alami lemon yang memberikan kesan segar.
Tak hanya untuk produk perawatan tubuh, tim juga mengembangkan detergen cair berbahan dasar ekstrak lemon yang mampu membantu membersihkan pakaian sekaligus mengurangi bau tidak sedap.
Sementara itu, Rifqi Pratama berharap produk tersebut dapat menjadi alternatif detergen yang lebih ramah lingkungan melalui pemanfaatan bahan-bahan alami dalam formulanya. Ia menjelaskan, proses pengembangan produk memberikan pengalaman berharga dalam mengintegrasikan berbagai disiplin ilmu.
“Kami belajar bagaimana menghubungkan konsep kimia, biologi, dan kewirausahaan dalam satu proyek yang nyata. Pengalaman ini sangat membantu dalam mengembangkan keterampilan berpikir kritis dan pemecahan masalah,” katanya.
Anggota tim lainnya, Agung Mulyo Setiawan, menilai inovasi tersebut memiliki potensi untuk dikembangkan menjadi usaha berbasis produk lokal. Menurut dia, pemanfaatan lemon dan minyak zaitun sebagai bahan utama dapat menjadi peluang untuk menghasilkan produk berkualitas dengan nilai jual yang kompetitif.
Ke depan, tim berencana menyempurnakan formulasi produk, melakukan pengujian kualitas yang lebih komprehensif, serta mengembangkan aspek legalitas dan pemasaran. Mereka berharap inovasi tersebut dapat menjadi inspirasi bagi mahasiswa lain untuk terus berkarya dan menghasilkan produk berbasis sains yang bermanfaat bagi masyarakat luas.
Melalui karya tersebut, Dita Puji Rahayu, Rifqi Pratama, dan Agung Mulyo Setiawan menunjukkan bahwa mahasiswa tidak hanya berperan sebagai pembelajar, tetapi juga sebagai inovator muda yang mampu menghadirkan solusi kreatif dan berkelanjutan bagi berbagai kebutuhan masyarakat.
Perbaikan utama meliputi penyederhanaan kalimat, penghilangan pengulangan diksi, penyesuaian ejaan sesuai PUEBI, serta penguatan alur berita agar lebih mengalir dan sesuai gaya jurnalistik media daring.
SZ









