Pontianak, Kalbar – Minggu, 31 Mei 2026
WARTAJABAR – Ketua Dewan Pimpinan Wilayah (DPW) Rangkulan Jajaran Wartawan dan Lembaga Indonesia (RAJAWALI) Kalimantan Barat, Imam Fauzi, menyampaikan apresiasi dan dukungan kepada masyarakat serta insan pers yang dinilai berperan aktif dalam mengungkap dugaan penyalahgunaan penyaluran Bahan Bakar Minyak (BBM) bersubsidi di Kabupaten Sanggau.
Menurut Imam, keterlibatan masyarakat dan media dalam melakukan pengawasan sosial merupakan bagian penting dari upaya menjaga transparansi dan memastikan program subsidi pemerintah berjalan sesuai peruntukannya.
Berdasarkan informasi yang beredar di tengah masyarakat, dugaan pelanggaran tersebut berkaitan dengan praktik yang dikenal sebagai “kencing” BBM, yakni dugaan manipulasi atau pengalihan distribusi BBM bersubsidi oleh oknum tertentu untuk kepentingan pribadi maupun kelompok. Praktik tersebut diduga berpotensi merugikan negara sekaligus menghambat akses masyarakat terhadap BBM subsidi yang seharusnya diperuntukkan bagi kalangan yang berhak.
Dalam keterangannya di Pontianak, Sabtu (23/5/2026), Imam Fauzi menilai keberanian masyarakat dan wartawan dalam menyampaikan informasi serta mengawal isu tersebut merupakan bentuk kontrol publik yang patut diapresiasi.
“Kami dari DPW RAJAWALI Kalbar sangat mengapresiasi keberanian, kepedulian, dan peran aktif masyarakat serta rekan-rekan media pers yang terus mengawal dan mengungkap persoalan ini. Dugaan penyalahgunaan BBM subsidi oleh oknum tertentu tidak boleh dibiarkan karena dapat merugikan masyarakat yang benar-benar membutuhkan,” ujar Imam.
Ia menegaskan, apabila dugaan pelanggaran tersebut terbukti, maka aparat penegak hukum harus mengambil langkah tegas sesuai ketentuan yang berlaku.
Karena itu, DPW RAJAWALI Kalbar meminta aparat kepolisian, kejaksaan, serta instansi teknis terkait untuk melakukan penyelidikan dan verifikasi secara menyeluruh guna memastikan kebenaran informasi yang beredar di masyarakat.
Selain itu, organisasi tersebut juga mendorong pemerintah daerah dan pihak berwenang untuk memperkuat sistem pengawasan distribusi BBM bersubsidi, mulai dari proses pencatatan administrasi hingga pengawasan di lapangan.
“Pengawasan harus diperketat agar penyaluran BBM subsidi benar-benar tepat sasaran. Subsidi merupakan amanah negara untuk rakyat dan tidak boleh disalahgunakan oleh pihak mana pun,” tegasnya.
Di akhir pernyataannya, Imam Fauzi mengajak seluruh elemen masyarakat, organisasi kemasyarakatan, dan insan pers di Kalimantan Barat untuk terus berperan aktif dalam mengawasi distribusi BBM bersubsidi demi menjaga kepentingan publik.
Ia menegaskan bahwa semangat RAJAWALI untuk mengawal kebijakan publik dan aset negara harus terus dijaga demi terwujudnya keadilan sosial dan kesejahteraan masyarakat.
“Kita harus bersama-sama mengawasi distribusi BBM bersubsidi agar hak masyarakat tetap terlindungi. RAJAWALI siap mengawal setiap prosesnya demi mencegah terjadinya praktik serupa di masa mendatang,” pungkasnya.
Isu dugaan penyalahgunaan BBM bersubsidi di Kabupaten Sanggau menjadi perhatian publik karena kerap munculnya keluhan terkait keterbatasan pasokan dan antrean panjang di sejumlah titik distribusi. Masyarakat berharap pihak berwenang segera mengambil langkah konkret untuk memastikan distribusi BBM subsidi berjalan transparan dan tepat sasaran.
Tim/Red








