Kota Cimahi, 14 April 2026
KOTA CIMAHI–WJ Online | Kenaikan harga plastik di pasaran menjadi momentum penting bagi Pemerintah Kota Cimahi untuk mendorong pengurangan penggunaan plastik sekali pakai di tengah masyarakat.
Kepala Dinas Lingkungan Hidup (DLH) Kota Cimahi, Chanifah Listyarini, menyatakan bahwa mahalnya harga plastik seharusnya menjadi titik balik bagi warga untuk mulai mengurangi ketergantungan terhadap bahan tersebut, yang selama ini menjadi salah satu penyumbang terbesar sampah di Kota Cimahi.
“Adanya kenaikan harga plastik ini tentunya memacu kita untuk lebih giat lagi mengkampanyekan agar tidak menggunakan plastik sekali pakai. Misalnya kalau minum membawa tumbler, belanja tidak menggunakan kantong plastik,” ujar Chanifah, Senin (13/4/2026).
Diketahui, kenaikan harga plastik saat ini dipengaruhi oleh terganggunya pasokan bahan baku akibat memanasnya situasi geopolitik di kawasan Timur Tengah, khususnya antara Amerika Serikat dan Iran.
Sebagai langkah konkret, Pemerintah Kota Cimahi tengah menyiapkan regulasi berupa Peraturan Wali Kota (Perwal) yang akan mengatur pembatasan penggunaan kantong plastik sekali pakai. Penyusunan aturan tersebut dilakukan bersama Bagian Hukum Setda Kota Cimahi.
Pada tahap awal, kebijakan ini akan difokuskan pada toko modern dengan melibatkan asosiasi peritel. Upaya ini diharapkan mampu menekan penggunaan kantong plastik secara signifikan di sektor ritel.
“Kita akan siapkan Peraturan Wali Kota bersama Bagian Hukum. Dulu sudah pernah disosialisasikan ke ritel, tapi belum mengikat. Sekarang akan kita perkuat dengan aturan. Sasaran awalnya toko modern,” jelasnya.
DLH juga terus mengajak masyarakat untuk berperan aktif mengurangi penggunaan plastik dalam kehidupan sehari-hari. Selain berdampak pada pengeluaran, pengurangan plastik juga penting untuk menekan volume sampah.
Saat ini, produksi sampah di Kota Cimahi mencapai sekitar 250 ton per hari, dengan 27 persen di antaranya berasal dari sampah plastik. Selain jumlahnya besar, plastik juga sulit terurai karena mengandung polimer sintetis yang tidak dapat diuraikan oleh mikroorganisme.
Dampaknya tidak hanya mencemari lingkungan seperti tanah, air, dan laut, tetapi juga berisiko terhadap kesehatan manusia akibat paparan mikroplastik dan zat kimia berbahaya.
“Dengan naiknya harga plastik ini, mudah-mudahan penggunaannya juga semakin berkurang. Karena plastik ini menyumbang cukup besar terhadap volume sampah,” pungkas Chanifah.
(FAJAR)











