Karawang, 24 April 2026
KARAWANG–WJ Online | Dinas Pendidikan dan Kebudayaan (Disdikbud) Kabupaten Karawang melantik sebanyak 199 guru yang dipromosikan menjadi kepala sekolah (kepsek) untuk jenjang SD dan SMP, serta satu rotasi susulan. Pelantikan tersebut dipimpin langsung oleh Bupati Karawang, Aep Syaepuloh, di Plaza Pemda Karawang, Jumat (24/4/2026).
Pelantikan ini mengacu pada Peraturan Menteri Pendidikan Dasar dan Menengah Nomor 7 Tahun 2025 tentang Penugasan Guru sebagai Kepala Sekolah, serta Keputusan Menteri Pendidikan Dasar dan Menengah Nomor 129/P/2025 mengenai seleksi substansi bakal calon kepala sekolah dan mekanisme penugasannya.
Dari total 199 kepala sekolah yang dilantik, terdiri atas 9 kepala SMP dan 190 kepala SD. Rinciannya, sebanyak 9 guru SMP diangkat menjadi kepala SMP, 47 guru SMP menjadi kepala SD, serta 143 guru SD menjadi kepala SD.
Proses seleksi dilakukan melalui sistem terintegrasi SIM KSPSTK milik Kementerian Pendidikan Dasar dan Menengah, yang dilengkapi dengan asesmen dari pihak ketiga berupa konsultan manajemen SDM bersertifikasi guna mengukur kompetensi para bakal calon kepala sekolah (BCKS).
Sebanyak 24 orang di antaranya telah mengikuti pendidikan dan pelatihan BCKS, sehingga berpeluang menjabat selama dua periode. Sementara 175 lainnya belum mengikuti diklat, sehingga masa jabatannya dibatasi satu periode.
Dalam sambutannya, Bupati Aep menegaskan pentingnya integritas dalam menjalankan tugas sebagai kepala sekolah. Ia memastikan tidak ada praktik jual beli jabatan dalam proses promosi tersebut.
“Seluruh tahapan sudah melalui mekanisme yang berlaku, termasuk koordinasi dengan BKPSDM hingga Badan Kepegawaian Negara (BKN). Ini bukan proses yang tiba-tiba,” ujarnya.
Ia juga menekankan bahwa Disdikbud Karawang merupakan salah satu perangkat daerah terbesar yang membutuhkan kepemimpinan berintegritas.
“Tidak ada lagi jabatan ditukar dengan sesuatu. Ini amanah yang harus dijaga,” tegasnya.
Aep turut mengingatkan peran penting dunia pendidikan dalam perjalanan hidupnya hingga menjadi bupati.
“Saya bisa seperti ini karena guru. Maka dunia pendidikan sangat penting,” katanya.
Selain itu, ia menyoroti pentingnya peningkatan kesejahteraan dan kenyamanan tenaga pendidik melalui pembangunan infrastruktur sekolah secara bertahap di seluruh wilayah Karawang.
“Tahun ini fokus di Dapil 2, namun wilayah lain tetap berjalan meski skalanya sekitar 30 persen,” ungkapnya.
Bupati Aep juga berpesan kepada para kepala sekolah yang baru dilantik agar menjaga amanah, menjunjung tinggi etika, serta mengelola anggaran pendidikan secara transparan dan sesuai aturan.
“Tidak boleh ada yang menzolimi. Semua harus sesuai aturan. Kita sudah mendapat gaji dan TPP, jadi fokus bekerja,” tandasnya.
Deni Wijaya










