KOTA CIMAHI – Jumat, 15 Mei 2026
WARTAJABAR – Pemerintah Kota Cimahi terus mempercepat transformasi birokrasi dan peningkatan pelayanan publik berbasis digital. Komitmen tersebut ditandai dengan pelantikan Pejabat Administrator, Pejabat Pengawas, Pejabat Fungsional, serta penyerahan Surat Keputusan (SK) Kepala Puskesmas Tahun 2026 yang digelar di Gedung A Pemkot Cimahi, Jumat (15/5/2026).
Pelantikan dipimpin langsung oleh Wali Kota Cimahi, Ngatiyana, sebagai bagian dari penyegaran organisasi sekaligus penguatan kinerja aparatur sipil negara (ASN) dalam menghadapi tuntutan pelayanan masyarakat yang semakin cepat, transparan, dan adaptif.
Dalam sambutannya, Ngatiyana menegaskan bahwa seluruh proses pengisian jabatan telah dilaksanakan sesuai aturan dan mekanisme yang berlaku. Pada kesempatan tersebut, sebanyak dua pejabat administrator, empat pejabat pengawas, satu pejabat fungsional, dan tiga kepala UPTD Puskesmas resmi dilantik serta diambil sumpah jabatannya.
Menurutnya, jabatan bukan sekadar posisi struktural, melainkan amanah besar yang harus dijalankan dengan integritas dan tanggung jawab penuh.
“ASN memiliki tugas utama sebagai pelayan masyarakat. Karena itu saya meminta seluruh pejabat yang baru dilantik mengedepankan integritas, profesionalisme, inovasi, dan koordinasi dalam bekerja,” tegas Ngatiyana.
Ia juga mengingatkan bahwa birokrasi di lingkungan Pemkot Cimahi tidak boleh terjebak dalam pola kerja monoton dan administratif semata, terlebih di tengah kondisi fiskal daerah yang penuh tantangan.
“Jangan sampai kita hanya sibuk pada rutinitas tanpa menghasilkan terobosan. Kondisi fiskal yang tidak mudah justru harus dijawab dengan kreativitas, inovasi, dan efisiensi kerja,” ujarnya.
Ngatiyana menekankan bahwa keterbatasan anggaran tidak boleh menjadi alasan menurunnya kualitas pelayanan publik. Sebaliknya, seluruh aparatur dituntut lebih adaptif, kreatif, dan berorientasi pada solusi nyata bagi masyarakat.
“Saya yakin dengan kebersamaan, disiplin, dan semangat inovasi, kita bisa menghadapi tantangan ini tanpa mengurangi komitmen melayani masyarakat,” katanya.
Sorotan khusus juga diberikan kepada sektor pelayanan administrasi kependudukan. Menurut Ngatiyana, Dinas Kependudukan dan Pencatatan Sipil (Disdukcapil) memegang peran vital karena bersentuhan langsung dengan kebutuhan dasar masyarakat.
“Pelayanan administrasi kependudukan harus menjadi wajah pelayanan prima Pemkot Cimahi,” ungkapnya.
Selain itu, Ngatiyana turut menyoroti pentingnya penguatan layanan kesehatan melalui UPTD Puskesmas. Ia meminta para kepala puskesmas yang baru menerima SK mampu menghadirkan pelayanan kesehatan yang lebih dekat, cepat, dan mudah diakses masyarakat.
Menurutnya, koordinasi lintas perangkat daerah menjadi elemen penting agar program kesehatan dan pelayanan publik dapat berjalan maksimal.
“Pelayanan kesehatan harus semakin dekat dengan masyarakat. Kolaborasi antarperangkat daerah wajib diperkuat agar semua program berjalan optimal,” ujarnya.
Di akhir arahannya, Ngatiyana mengingatkan para pejabat yang baru dilantik agar menjadikan momentum tersebut sebagai awal pengabdian yang amanah dan berdampak nyata bagi masyarakat Kota Cimahi.
“Bekerjalah dengan sungguh-sungguh, penuh keikhlasan, dan tunjukkan bahwa saudara layak dipercaya. Jabatan ini adalah amanah untuk memberi manfaat bagi masyarakat di Kota Cimahi,” pungkasnya.
Fajar








