Kuningan, 1 April 2026
KUNINGAN-WJ Online | Sehari pascakejadian banjir yang menyeret material pembangunan Jembatan Cipedak, Bupati Kuningan Dr. H. Dian Rachmat Yanuar, M.Si meninjau langsung lokasi di Desa Cijemit, Kecamatan Ciniru, Minggu (29/3/2026).
Dalam peninjauan tersebut, Bupati didampingi Sekretaris Daerah Uu Kusmana, jajaran Dinas Pekerjaan Umum dan Tata Ruang (PUTR), Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD), serta unsur Forkopimcam setempat.
Bupati Dian menyampaikan bahwa bencana dipicu oleh curah hujan ekstrem disertai angin kencang yang melanda sejumlah wilayah di Kabupaten Kuningan.
“Menurut informasi dari kepala desa, kenaikan debit air hingga sekitar 8 meter seperti ini merupakan kejadian pertama dalam empat tahun terakhir,” ujarnya.
Akibat derasnya arus, material besi konstruksi jembatan yang belum terpasang permanen hanyut terbawa air. Padahal, jembatan tersebut merupakan akses penting yang menghubungkan wilayah Ciniru, Gunungmanik, Pinara, hingga Cipedak.
“Ini kejadian luar biasa yang tidak terduga. Material yang terbawa arus masih diupayakan untuk dimanfaatkan kembali,” katanya.
Pemerintah daerah berkomitmen untuk mempercepat pembangunan jembatan dan meminta agar segera dibangun jembatan sementara guna menjaga mobilitas warga.
“Saya minta segera dibuat jembatan darurat, karena jalur ini sangat vital, termasuk untuk distribusi hasil pertanian,” tegasnya.
Sementara itu, Kepala Bidang Bina Marga DPUPR Kuningan, Teddy Sukmajayadi, memastikan pekerjaan konstruksi tetap berjalan meskipun menghadapi kendala.
Ia menjelaskan bahwa struktur utama jembatan, termasuk abutmen di sisi utara dan selatan, masih dalam kondisi aman. Namun, terdapat tantangan pada material besi sepanjang 50 meter yang sempat terbawa arus, di mana satu bagian mengalami kerusakan berat.
“Material yang memungkinkan akan kami gunakan kembali. Jika tidak, akan diganti demi menjaga keamanan struktur,” jelasnya.
Selain itu, pihak rekanan akan mendatangkan alat berat tambahan untuk mempercepat proses evakuasi material di area sungai.
Akibat kejadian tersebut serta kondisi cuaca yang belum stabil, waktu penyelesaian proyek diperkirakan mundur sekitar tiga minggu dari jadwal awal.
Meski demikian, pemerintah daerah memastikan tidak ada kerusakan fatal pada desain utama jembatan dan tetap berkomitmen menyelesaikan pembangunan dengan standar keamanan yang baik.
“Yang terpenting adalah keamanan dan kekuatan struktur, serta akses masyarakat bisa segera normal kembali,” pungkas Teddy.
Diketahui, banjir terjadi pada Sabtu (28/3/2026) sekitar pukul 17.30 WIB setelah hujan deras mengguyur wilayah Kecamatan Ciniru, menyebabkan debit Sungai Cijemit meningkat signifikan hingga menyeret material pembangunan jembatan.
(Dedi. J)











