Kuningan, 1 April 2026
KUNINGAN–WJ Online | Dinas Kesehatan (Dinkes) Kabupaten Kuningan mengakselerasi pelaksanaan Program Cek Kesehatan Gratis (CKG) dengan melibatkan berbagai pihak lintas sektor. Langkah tersebut dibahas dalam kegiatan koordinasi dan advokasi di Aula BJB Kuningan, Selasa (31/3/2026).
Kepala Bidang Pelayanan Kesehatan Dinkes Kuningan, dr. H. Agah Nugraha, MKM, mengatakan program CKG merupakan inisiatif pemerintah yang menyasar seluruh lapisan masyarakat.
“Program ini mencakup semua kelompok usia, mulai dari bayi baru lahir usia dua hari, balita, anak prasekolah, anak sekolah dan remaja, hingga dewasa dan lansia,” ujar Agah.
Menurutnya, keterlibatan lintas sektor menjadi kunci dalam memperluas jangkauan layanan. Dinkes menggandeng Dinas Pendidikan dan Kementerian Agama untuk memfasilitasi pemeriksaan bagi anak usia sekolah, termasuk di lembaga pendidikan keagamaan.
Selain itu, sejumlah perguruan tinggi seperti Unisa, Uniku, UBHI, dan Universitas Muhammadiyah Kuningan turut dilibatkan untuk menjangkau kelompok usia dewasa, khususnya mahasiswa. Tim Penggerak PKK juga diharapkan berperan aktif dalam mengedukasi masyarakat, terutama kaum ibu, agar mengikuti pemeriksaan kesehatan, termasuk skrining HPV DNA.
“Kami juga melibatkan organisasi dan unsur pemerintahan lainnya untuk mendukung kebijakan, seperti penerbitan surat edaran maupun strategi lain agar masyarakat dapat mengakses layanan ini,” katanya.
Secara nasional, pemerintah menargetkan minimal 46 persen dari total penduduk Jawa Barat atau sekitar 25 juta jiwa mengikuti program ini. Namun, hingga akhir Maret 2026, capaian masih berada di kisaran 3 hingga 4 persen.
“Targetnya memang besar, sehingga perlu percepatan. Saat ini program sudah berjalan, terutama untuk bayi baru lahir yang wajib menjalani skrining hipotiroid kongenital (SHK) dan deteksi gangguan jantung,” jelasnya.
Untuk kelompok anak sekolah, pelaksanaan pemeriksaan dijadwalkan segera dimulai dengan dukungan pihak sekolah dan tenaga kesehatan di puskesmas.
Agah menegaskan, sinergi antarinstansi menjadi langkah strategis agar program ini berjalan optimal dan menjangkau masyarakat secara merata.
“Kami optimistis dengan kolaborasi ini, target yang ditetapkan bisa tercapai, meski saat ini masih jauh dari harapan,” pungkasnya.
(DEDI J)










