Kuningan, 1 April 2026
KUNINGAN–WJ Onlime | Pemerintah pusat melalui Kementerian Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat (PUPR) tengah merencanakan pembangunan jalan tol yang akan melintasi Kabupaten Kuningan.
Bupati Kuningan, Dian Rachmat Yanuar, memastikan bahwa proyek tersebut berpeluang terealisasi dalam beberapa tahun ke depan. Hal ini disampaikannya usai melepas peserta Angkutan Balik Mudik Gratis Kementerian Perhubungan 2026 di Terminal Tipe A Kertawangunan, Rabu (25/3/2026).
Menurutnya, saat ini proyek masih berada dalam tahap kajian dan perencanaan oleh pemerintah pusat bersama Pemerintah Provinsi Jawa Barat.
“Perencanaan sudah dibahas dalam pertemuan khusus terkait pembangunan tol di Bandung,” ujarnya.
Rute Tol dan Wilayah yang Dilintasi
Berdasarkan rencana awal, jalan tol tersebut akan melintasi lereng Gunung Ciremai dan menghubungkan Tol Cipali di wilayah utara dengan Tol Getaci di bagian selatan.
Sejumlah titik keluar (exit tol) direncanakan berada di wilayah Linggarjati dan Cigadung.
Adapun trase tol akan melewati beberapa wilayah di Kabupaten Kuningan, antara lain:
Mandirancan
Pakembangan
Linggarjati
Sukamukti
Cigugur
Kadugede
Darma
Selanjutnya, jalur akan tersambung ke wilayah Cikijing, Kabupaten Majalengka, hingga menuju Tol Getaci.
Pembangunan tol ini ditargetkan mulai dilaksanakan pada periode 2028–2030 atau paling lambat 2030–2035.
Dorongan Pembangunan Jalur Kereta Api
Selain pembangunan tol, Pemerintah Kabupaten Kuningan juga mendorong adanya jalur dan stasiun kereta api yang menghubungkan Kuningan dengan Cirebon, Bandung, hingga Tasikmalaya.
Usulan tersebut telah disampaikan kepada Menteri Perhubungan, Dudy Purwagandhi, yang juga merupakan putra daerah Kuningan.
Dampak Ekonomi dan Pariwisata
Bupati Dian menegaskan bahwa keberadaan jalan tol nantinya akan memberikan dampak positif, terutama dalam meningkatkan konektivitas antarwilayah, mempercepat pertumbuhan ekonomi, serta mempermudah akses menuju kawasan pariwisata di Kabupaten Kuningan.
“Dengan adanya tol, aksesibilitas akan semakin baik dan potensi daerah bisa lebih berkembang,” pungkasnya.
(DEDI.J)











