Kotabaru, 5 April 2026
KOTABARU–WJ Online | Dalam balutan suasana yang tenang dan penuh pengharapan, ibadah Paskah di GBI Juanda 321, Kotabaru, berlangsung dengan khidmat dan menyentuh hati, Minggu (5/4/2026). Momen suci yang memperingati kebangkitan Yesus Kristus ini tidak hanya menjadi perayaan iman, tetapi juga menghadirkan kedamaian yang mengalir di tengah jemaat yang hadir.
Sejak awal ibadah dimulai, nuansa rohani terasa begitu kuat. Lantunan pujian yang lembut, doa-doa yang dipanjatkan dengan penuh ketulusan, serta firman yang disampaikan dengan kasih, membawa setiap jemaat larut dalam perenungan yang mendalam. Paskah menjadi momentum untuk kembali mengingat kasih yang tak terbatas, pengorbanan yang tulus, serta harapan baru yang selalu tersedia bagi setiap insan.
Di tengah kekhusyukan tersebut, kehadiran aparat dari Kepolisian Republik Indonesia (Polri) menjadi bagian yang turut menghadirkan rasa damai. Dengan pendekatan yang humanis dan penuh kehangatan, kehadiran Polri bukan sekadar menjalankan tugas pengamanan, melainkan juga menjadi simbol bahwa negara hadir untuk melindungi setiap warganya dalam menjalankan ibadah.

Foto: Di tengah berlangsungnya ibadah, jemaat merasakan suasana yang aman, nyaman, dan penuh kekhusyukan dalam menjalankan rangkaian peribadatan.
Jemaat pun merasakan kenyamanan dan ketenangan selama ibadah berlangsung. Tidak ada rasa khawatir, yang ada hanyalah keteduhan dan rasa syukur karena dapat beribadah dengan aman. Kehadiran aparat di tengah ibadah seakan menjadi penjaga sunyi yang memastikan setiap doa dapat terangkat tanpa gangguan.
Pihak gereja yang mewakili Parlin Sinaga menyambut baik kehadiran tersebut sebagai wujud nyata perhatian dan kepedulian negara terhadap kehidupan beragama. Sinergi yang terjalin antara gereja, masyarakat, dan aparat menjadi cerminan indah dari kehidupan berbangsa yang harmonis.
Lebih dari sekadar perayaan, Paskah kali ini membawa pesan yang dalam: bahwa kasih, damai, dan pengharapan adalah nilai-nilai yang harus terus hidup dalam keseharian. Di tengah perbedaan, semangat untuk saling menjaga dan menghormati menjadi fondasi yang memperkuat persatuan.
Momentum ini sekaligus menjadi pengingat bahwa keberagaman di Indonesia merupakan kekuatan yang harus terus dijaga melalui sikap saling menghormati dan menghargai antarumat beragama.
Ibadah pun ditutup dengan doa bersama yang penuh harap—agar damai sejahtera senantiasa menyertai bangsa ini, dan kasih yang dirayakan dalam Paskah dapat terus nyata dalam kehidupan bersama.
Penulis: Parlin Sinaga










