Rp.2 M Anggaran KONI Kab. Subang, Dipertanyakan

Foto Ilustrasi WJ-Group

SUBANG, WJ GROUP _ Sungguh ironis, anggaran yang diluncurkan Pemkab Subang, melalui Dinas Budparpora untuk keperluan dana operasional para Atlit Cabor sebesar sekitar Rp. 2 Miliyar, tidak dikertahui oleh Komite Olahraga Nasional Indonesia (KONI).

Saat dikomfirmasi, Jum`at tanggal 14 Feberuari lalu,  pejabat Dinas Budparpora Pemkab Subang kepada WJ Group mengatakan, untuk tahun 2020 Dinas Budparpora memang menganggarkan sebesar kurang lebih Rp.2M untuk KONI.

Menurutnya, “Sebenarnya anggaran tersebut jauh dari kata cukup, namun memang itu adanya”,cetus Sidik. Kalau harapan saya, sih anggaran untuk Koni diperbanyak lagi, mengingat kegiatan KONI yang memang luar biasa banyak, mengingat kegiatan para atlit yang harus disuplay dengan anggaran yang cukup, tambahnya.

Dikatakannya, salah satu kegiatan yang sedang direncanakan dengan anggaran Rp.2M itu adalah  untuk pembelian Kaos para atlit cabor dengan anggaran sekitar 173 juta.

“Ya kurang lebih segitu anggarannya yang sudah saya rencanakan dan akan kami salurkan melalui pihak ketiga pada bulan Maret di termen awal triwulan”, katanya.

Seorang nara sumber yang layak dipercaya, namun tidak mau ditulis nama di berita ini kepada WJ Group,  namun saat wartajabar.online mewawancarai tentang anggaran Rp.173 Juta untuk pembelian Kaos tersebut, patut dipertanyakan.

“Karena setahu saya pihak KONI ataupun para atlit Cabor belum pernah bermusyawarah dengan pihak Dinas Budparpora terkait anggaran Rp.173 juta tersebut.

Logika saya mudah, bagaimana bisa tahu dinas tentang kebutuhan KONI dan para atlit cabor ?, sedangkan belum pernah duduk bareng atau bermusyawarah untuk anggaran pembelian seragam tersebut.

“Logikanya, bagaimana akang bisa tahu di mana tentang kebutuhan saya kalau akang sendiri nggak pernah bertanya apa kebutuhan saya, nah sekarang dinas mengangggarkan seragam bagi para cabor”

Bagaimana kalau seandainya para atlit Cabor atau pihak KONI nggak mau menerima bantuan tersebut, apakah mungkin anggaran tersebut mau di balikkan lagi ke kas negara, “sedangkan DPA nya sudah ada, kok dinas mudah sekali membuat perencanaan kaya membuat makanan saja” ujarnya..

Ketika hali ini ditanyakan kepaad Sidik, Sidik pun mengakui bahwa dalam pengusulan perencanaan kegiatan tersebut pihak dinas tidak pernah bermusyawarah dengan pihak KONI, begitu juga dengan pihak pengurus Atlit di Cabor.

“Hal itu tentunya ada alasannya, selain waktu yang mepet nggak  mungkin kalau harus di musyawarahkan dulu.  Maka saya terpaksa membuat rincian kegiatan itu tanpa memberitahukan dulu  kepada pihak Koni,” katanya.  

Masih menurut Sidik, hal ini dilakukan, semata-mata hanya karena ingin menyelamatkan uang negara. Agar seluruh dana bisa terserap, namun tentunya setelah semua perencanan sudah kami selesaikan, ungkapnya .

Dan karena itu pula, lanjut Sidik, pihak dinas mencoba mengambil langkah-langkah yang dianggap perlu, yaitu melakukan musyawarah dengan pihak KONI tentang anggaran tersebut. Dan itu sudah kami lakukan.

“Sekali lagi tujuan saya hanya ingin menyelamatkan anggaran saja, agar bisa terserap seluruhnya oleh dinas,” pungkasnya (*red/Novian M)

wartajabar. online

Pemimpin Redaksi WARTA JABAR Cetak & Online

You may also like...

4 Responses

  1. Great content! Super high-quality! Keep it up! 🙂

  2. cbd says:

    Does your website have a contact page? I’m having trouble locating it but, I’d like to send you an email.
    I’ve got some ideas for your blog you might be interested in hearing.
    Either way, great blog and I look forward to seeing it expand over time.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *