Penerima PKH Diminta Rp30.000, Kades Meng-Amin-kan

KAB. MAJALENGKA WJ GROUP _ Di masa pandemi Covid-19 pemerintah menggelontorkan anggaran untuk membantu ekonomi masyarakat guna memenuhi kebutuhannya. diantaranya penyaluran beras kepada penerima manfaat Program Keluarga Harapan (PKH).

Desa Margajaya, Kecamatan Lemahsugih, Kabupaten Majalengka, diantaranya yang mendapat bantuan penyaluran beras untuk penerima PKH yang beratnya 45 Kg per Keluarga Penerima Manfaat (KPM) dari Kementrian Sosial (Kemensos).

Namun miris, bantuan penyaluran beras PKH masih dimanfaatkan segelimtir oknum pejabat Pemdes Margajaya, mempertebal kantong pribadinya, pejabat Pemdes diduga memungut uang per KPM Rp30.000 (tiga puluh ribu), dengan berdalih menebus beras.

Salah satu narasumber yang tidak mau di sebutkan namanya kepada awak media mengatakan, “saya sebagai penerima keberatan dengan adanya pungutan uang sebesar Rp30.000 (tiga puluh ribu), karena ketika di adakan musyawarah tidak harus ada pungutan,” ucapnya. Senin (30/11/2020).

Kepala Desa Margajaya, ketika dikonfirmasi lewat sambungan telepon/whatsApp mengatakan, “betul ada pungutan dengan alasan untuk pendistribusian, karena jarak sangat jauh dari blok ke blok, dan kendaraan nyewa”. Katanya lagi, pihak desa sudah melakukan musyawarah dengan BPD dan Karang Taruna, dan berita acaranya pun ada.

Dalam situasi pandemi ini, seharusnya masyarakat di ayomi dan di berikan fasilitas kesejahteraan dengan baik, bukan sebaliknya bantuan tersebut di jadikan mencari keuntungan pribadi, ujar warga desa Margajaya. (*D Rusdi)

wartajabar. online

Pemimpin Redaksi WARTA JABAR Cetak & Online

You may also like...

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *