Kota Cimahi, 15 April 2026
KOTA CIMAHI–WJ Online | Dinas Kesehatan (Dinkes) Kota Cimahi menegaskan pentingnya kepemilikan Sertifikat Layak Higienis Sanitasi (SLHS) bagi Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG) sebagai syarat utama dalam mendukung program Makan Bergizi Gratis (MBG).
Berdasarkan data terbaru, dari total SPPG yang ada, sebanyak 36 unit telah mengantongi sertifikat SLHS. Sementara itu, 16 SPPG lainnya masih berada dalam tahap pengajuan serta proses pemeriksaan.
Kondisi tersebut menjadi perhatian serius pemerintah daerah, mengingat aspek keamanan pangan merupakan faktor krusial dalam menjamin keberhasilan program MBG, khususnya bagi kalangan pelajar.
Sebagai langkah percepatan, Dinkes Cimahi mengadakan pelatihan bagi para pengelola SPPG pada Senin, 13 April 2026. Kegiatan ini melibatkan berbagai pihak, seperti Dinas Pendidikan, Dinas Pangan dan Pertanian, tim MBG, serta tenaga ahli gizi.
Kepala Dinkes Cimahi, Dr. Mulyati, menegaskan bahwa SPPG memegang peran penting sebagai ujung tombak penyediaan makanan bergizi di lingkungan sekolah.
“Keamanan pangan harus menjadi prioritas utama. Setiap makanan yang disajikan wajib memenuhi standar higienis, aman dikonsumsi, dan memiliki kandungan gizi seimbang,” ujarnya, Rabu (15/4/2026).
Dalam pelatihan tersebut, peserta mendapatkan pembekalan terkait tata kelola makanan yang sesuai standar kebersihan, prinsip keamanan pangan, hingga penyusunan menu bergizi seimbang.
Selain pembinaan, Dinkes juga secara rutin melakukan pengawasan terhadap SPPG, mulai dari pemeriksaan peralatan dapur hingga pengujian kualitas air melalui laboratorium. Upaya ini dilakukan untuk memastikan seluruh penyedia layanan memenuhi ketentuan yang berlaku.
Langkah tersebut merupakan bagian dari komitmen Pemerintah Kota Cimahi dalam mendukung program nasional MBG, sekaligus menjamin kualitas makanan yang dikonsumsi masyarakat, terutama anak-anak sekolah.
“Melalui pelatihan ini, kami berharap seluruh SPPG segera memenuhi standar yang ditetapkan, sehingga program MBG dapat berjalan optimal dan memberikan dampak positif bagi kesehatan generasi muda,” tutup Mulyati.
(FAJAR)











