Purwakarta – Sabtu, 23 Mei 2026
WARTAJABAR – Tim Inafis Satreskrim Polres Purwakarta bergerak cepat melakukan olah tempat kejadian perkara (TKP) setelah menerima laporan penemuan seorang pria meninggal dunia di sebuah rumah kos di Kampung Cikopak, Desa Mulyamekar, Kecamatan Babakancikao, Kabupaten Purwakarta, Jumat (22/5/2026).
Korban diketahui bernama Puryanto (70), seorang karyawan swasta asal Kabupaten Karawang. Penemuan jasad korban bermula ketika warga sekitar mencium aroma menyengat dari arah kamar kos yang ditempati korban seorang diri.
Menindaklanjuti laporan masyarakat melalui layanan Call Center 110 Polri, personel Siaga Reskrim Polres Purwakarta bersama Tim Inafis, anggota Polsek Purwakarta Kota, personel Binmas, dan Samapta langsung mendatangi lokasi guna melakukan pengecekan serta olah TKP.
Setibanya di lokasi, petugas segera melakukan sterilisasi area, memeriksa sejumlah saksi, hingga membongkar pintu kamar kos untuk memastikan kondisi korban di dalam ruangan.
Dari hasil pemeriksaan awal, korban ditemukan dalam posisi terlentang dan telah mengalami proses pembusukan. Tim Inafis kemudian melakukan identifikasi, dokumentasi TKP, pemeriksaan kondisi korban, serta pengumpulan keterangan saksi guna memastikan penyebab kematian.
Selanjutnya, jenazah korban dievakuasi ke RSUD Bayu Asih Purwakarta untuk menjalani pemeriksaan medis lebih lanjut.
Berdasarkan hasil pemeriksaan sementara, polisi tidak menemukan adanya tanda-tanda kekerasan pada tubuh korban. Dari informasi warga sekitar, korban diketahui memiliki riwayat penyakit asma dan tinggal seorang diri di rumah kos tersebut. Pihak keluarga juga menolak dilakukan autopsi.
Kapolres Purwakarta AKBP I Dewa Putu Gede Anom Danujaya melalui Kasi Humas Polres Purwakarta IPTU Tini Yutini mengatakan, respons cepat Tim Inafis dan jajaran kepolisian merupakan bentuk pelayanan Polri dalam memberikan kepastian penanganan terhadap setiap laporan masyarakat.
“Begitu menerima laporan dari warga, personel langsung bergerak menuju lokasi untuk melakukan olah TKP, identifikasi, dan pemeriksaan secara profesional guna memastikan situasi tetap aman serta memberikan kepastian kepada masyarakat,” ujar IPTU Tini Yutini.
Ia menjelaskan, kehadiran Tim Inafis di lapangan bukan hanya untuk melakukan identifikasi, tetapi juga memastikan setiap penanganan peristiwa dilakukan sesuai prosedur dan berdasarkan fakta di lokasi kejadian.
Lebih lanjut, IPTU Tini Yutini mengimbau masyarakat untuk meningkatkan kepedulian sosial terhadap lingkungan sekitar, terutama terhadap warga lanjut usia maupun yang tinggal seorang diri.
“Kepedulian lingkungan sangat penting. Jika ada tetangga yang sudah lama tidak terlihat atau ditemukan kondisi mencurigakan, masyarakat diharapkan segera berkoordinasi dengan RT, perangkat desa, atau melapor ke kepolisian melalui layanan 110 agar dapat segera ditindaklanjuti,” ungkapnya.
Andi









