Pontianak, 21 April 2026
PONTIANAK—WJ Online | Keluarga besar Lembaga Swadaya Masyarakat (LSM) Monitor Aparatur Untuk Negara dan Golongan (MAUNG) menyampaikan apresiasi atas penyelenggaraan kegiatan Naik Dango ke-3 Kota Pontianak yang resmi dibuka pada Selasa (21/4/2026) di halaman Rumah Radakng, Kalimantan Barat.
Mengusung tema “Nganpar Uma, Ngarak Padi: Menjaga kearifan leluhur di tengah perubahan zaman”, perayaan ini dinilai bukan sekadar seremoni budaya, melainkan wujud nyata komitmen dalam melestarikan warisan leluhur sekaligus mempererat persaudaraan antar masyarakat lintas daerah dan budaya.
Keluarga besar LSM MAUNG yang tersebar di berbagai provinsi, kabupaten, dan kota di Indonesia turut menyambut hangat serta mendukung penuh terselenggaranya kegiatan tersebut. Naik Dango dinilai sebagai wadah strategis untuk memperkenalkan kekayaan budaya dan kearifan lokal masyarakat Dayak kepada generasi muda serta masyarakat luas.
Ketua Umum LSM MAUNG, Hadysa Prana, menegaskan bahwa pelestarian adat istiadat dan tradisi merupakan bagian penting dari visi organisasi.
“Salah satu visi utama kami adalah menjaga adat istiadat, tradisi, dan warisan budaya sebagai bentuk penghormatan kepada para leluhur, yang harus terus dipelihara dari generasi ke generasi,” ujarnya.
Ia menambahkan, filosofi organisasi yang tercermin dalam semboyan “Di mana bumi dipijak, di situ langit dijunjung” menjadi landasan dalam menjaga nilai-nilai luhur di tengah masyarakat.
Lebih lanjut, pria yang akrab disapa Aa Hady itu juga mengapresiasi seluruh pihak yang telah berperan dalam menyukseskan kegiatan tersebut, mulai dari Dewan Adat Dayak Kota Pontianak, panitia pelaksana, pemerintah daerah, hingga masyarakat yang terlibat.
“Kami mengucapkan selamat atas dibukanya Naik Dango ke-3 Kota Pontianak. Ini adalah hasil kerja keras bersama yang patut diapresiasi,” katanya.
Menurutnya, kegiatan Naik Dango memiliki makna mendalam sebagai ungkapan rasa syukur atas hasil panen, sekaligus menjadi sarana mempererat silaturahmi antar warga dari berbagai latar belakang suku, agama, dan daerah.
Selain itu, kegiatan ini juga dinilai memiliki potensi besar dalam mendorong sektor pariwisata daerah serta memperkuat identitas budaya di tengah arus modernisasi.
“Kami berharap kegiatan ini terus dilaksanakan secara berkelanjutan dengan kualitas yang semakin baik, sehingga warisan budaya dapat tetap terjaga dan diwariskan kepada generasi mendatang,” tambahnya.
Sebagai bentuk dukungan, LSM MAUNG menyatakan komitmennya untuk terus berperan aktif dalam pelestarian budaya dan pembangunan daerah, sejalan dengan nilai-nilai yang diusung dalam perayaan tersebut.
Acara pembukaan turut dihadiri Wakil Gubernur Kalimantan Barat Krisantus Kurniawan, Wali Kota Pontianak Edi Rusdi Kamtono, unsur pimpinan daerah, tokoh masyarakat, serta pemangku adat Dayak yang datang dari Sarawak, Malaysia.
Rangkaian kegiatan Naik Dango ke-3 ini diisi dengan berbagai agenda, seperti seminar adat, lomba tradisional, serta pertunjukan seni budaya yang menampilkan kekayaan dan keunikan Kalimantan Barat.
Penulis : TIM/MAUNG | Editor : TIM/RED










