Kuningan, 27 Februari 2026
KUNINGAN–WJ Online | Pemerintah Kabupaten Kuningan kembali menggelar Gerakan Pasar Murah (GPM) sebagai upaya menjaga stabilitas harga kebutuhan pokok selama Ramadan hingga menjelang Hari Raya Idulfitri. Kegiatan kali ini berlangsung di Desa Kasturi, Rabu (25/2/2026), dan disambut antusias ratusan warga yang memadati lokasi sejak pagi.
Bupati Kuningan, Dian Rachmat Yanuar, mengatakan Desa Kasturi merupakan titik ketiga dari rangkaian pelaksanaan GPM yang telah dijadwalkan. Sebelumnya, program serupa telah dilaksanakan di Desa Seda dan Desa Haurkuning.
Menurutnya, GPM bertujuan membantu masyarakat memperoleh bahan pangan dengan harga lebih terjangkau dibandingkan harga pasar. Setiap titik pelaksanaan rata-rata menyediakan sekitar 6,5 ton bahan kebutuhan pokok, seperti beras, minyak goreng, gula pasir, dan daging.
“Ini merupakan titik ketiga dari total 15 lokasi yang direncanakan. Antusiasme masyarakat sangat tinggi, dan kami berupaya memastikan stok yang disediakan cukup untuk memenuhi kebutuhan warga,” ujarnya di sela kegiatan.
Bupati Dian menegaskan, GPM bersama Operasi Pasar Murah (OPM) menjadi strategi pemerintah daerah dalam mengendalikan potensi kenaikan harga pangan yang kerap terjadi saat Ramadan dan menjelang Lebaran.
Pelaksanaan GPM difokuskan di tingkat desa agar lebih mudah dijangkau masyarakat, sedangkan OPM akan menyasar pasar-pasar tradisional. Langkah ini diharapkan mampu menjaga daya beli masyarakat sekaligus menekan laju inflasi daerah.
“Tujuan utama kami adalah membantu masyarakat, khususnya ibu rumah tangga, agar tetap dapat memenuhi kebutuhan pokok dengan harga yang lebih terjangkau. Harga yang ditawarkan lebih rendah dari harga pasar,” tegasnya.
Melihat tingginya partisipasi warga, Pemkab Kuningan membuka peluang memperluas cakupan program. Saat ini, 15 titik pelaksanaan dinilai belum cukup untuk menjangkau seluruh desa dan kelurahan yang berjumlah 376 wilayah.
Bupati menyampaikan, apabila kapasitas anggaran daerah memungkinkan, program tersebut akan ditingkatkan baik dari sisi jumlah lokasi maupun frekuensi pelaksanaan. Ke depan, pemerintah menargetkan minimal 100 desa dapat tersentuh setiap tahun, terutama desa dengan kategori miskin, tertinggal, atau memiliki keterbatasan akses distribusi pangan.
Program ini melibatkan kolaborasi lintas sektor, mulai dari Dinas Ketahanan Pangan, Dinas Pertanian, Dinas Perindustrian dan Perdagangan, Bulog, pelaku usaha lokal, hingga dukungan pemerintah provinsi dan pusat. Sinergi tersebut dinilai penting untuk memastikan ketersediaan pasokan dan kestabilan harga.
Salah seorang warga Desa Kasturi, Ooh (54), mengaku terbantu dengan adanya pasar murah tersebut.
“Alhamdulillah sangat membantu. Saya bisa membeli beras, minyak, dan daging dengan harga lebih murah. Semoga kegiatan seperti ini bisa sering diadakan,” ujarnya.
Melalui GPM dan OPM, Pemerintah Kabupaten Kuningan berharap masyarakat dapat menjalankan ibadah Ramadan dengan lebih tenang tanpa terbebani lonjakan harga kebutuhan pokok. Pemerintah juga berkomitmen terus memantau perkembangan harga dan mengambil langkah cepat guna menjaga stabilitas ekonomi daerah. (DEDI J*)










