Kuningan, 27 Februari 2026
KUNINGAN–WJ Online | Pemerintah Kabupaten Kuningan terus mendorong percepatan pembangunan Koperasi Desa/Kelurahan Merah Putih (KDMP). Upaya tersebut dibahas dalam rapat koordinasi yang digelar di Ruang Rapat Sang Adipati, Lantai 2 Gedung Pemerintah Daerah Kuningan, Rabu (25/2/2026).
Rapat dipimpin langsung oleh Bupati Kuningan, Dian Rachmat Yanuar, dan dihadiri unsur Forkopimda, termasuk Dandim 0615/Kuningan Letkol Arh Hafda Prima Agung, Kepala Kejaksaan Negeri, kepala perangkat daerah, serta para camat.
Bupati Dian menegaskan, rapat koordinasi difokuskan untuk memastikan pembangunan KDMP berjalan sesuai target sehingga dapat mulai beroperasi pada Agustus 2026. Namun, ia mengakui masih terdapat sejumlah kendala di lapangan, mulai dari pemahaman aparatur desa terkait skema penganggaran hingga keterbatasan lahan strategis.
“Beberapa kepala desa masih mempertanyakan skema penganggaran, sementara sebagian lahan yang tersedia belum ideal. Ada desa yang memiliki lahan tetapi tidak strategis, dan ada juga yang belum memiliki aset sama sekali,” ujarnya.
Untuk mengatasi kendala tersebut, Pemkab Kuningan menyiapkan sejumlah alternatif, di antaranya pemanfaatan aset daerah yang tidak digunakan serta skema tukar guling (ruislag) lahan sesuai regulasi yang berlaku. Pemerintah daerah juga akan menggelar rapat koordinasi secara berkala sebagai sarana evaluasi dan percepatan penyelesaian hambatan.
Selain pembangunan fisik, Bupati Dian menekankan pentingnya kesiapan sumber daya manusia (SDM) sebagai faktor utama keberhasilan koperasi. Ia mengingatkan agar proses penunjukan pengurus dilakukan secara selektif, profesional, dan berorientasi pada kompetensi.
“Keberhasilan koperasi sangat bergantung pada kualitas pengurus. Penunjukan tidak boleh dilakukan secara asal,” tegasnya.
Sementara itu, Dandim 0615/Kuningan Letkol Arh Hafda Prima Agung menyatakan TNI turut mendukung percepatan pembangunan KDMP melalui fungsi pengawasan dan pendampingan. Saat ini, tercatat sebanyak 376 koperasi di Kabupaten Kuningan telah berbadan hukum, dengan sekitar 171 unit masih dalam tahap pembangunan.
Ia menambahkan, desa yang lebih awal memulai pembangunan menunjukkan progres lebih baik karena kesiapan awal dan belum terdampak kelangkaan material. Kelangkaan bahan bangunan, terutama akibat penutupan sejumlah aktivitas tambang, menjadi tantangan yang kini diantisipasi melalui koordinasi lintas sektor.
Program KDMP diharapkan menjadi motor penggerak ekonomi desa melalui berbagai unit usaha, seperti simpan pinjam dan sektor pangan. Dengan pengelolaan yang baik, koperasi diharapkan mampu meningkatkan perputaran ekonomi masyarakat serta mengoptimalkan potensi lokal.
Pemkab Kuningan optimistis, melalui koordinasi lintas sektor yang terus diperkuat, pembangunan Koperasi Merah Putih dapat selesai tepat waktu dan mulai beroperasi sesuai target pada Agustus 2026, sehingga memberikan manfaat nyata bagi perekonomian desa dan kesejahteraan masyarakat. (Dedi J*)









